LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 1.308 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Penyerahan SK ini berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (06/02/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebanyak 1.308 penerima SK tersebut terdiri dari 720 orang guru, 153 tenaga kesehatan, dan 435 tenaga teknis.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Edi Endi ini memberikan ucapan selamat sekaligus peringatan keras terkait kondisi keuangan daerah.
“Rekan-rekan yang hari ini mendapatkan SK PPPK paruh waktu. Atas nama pribadi dan pemerintah, kami menyampaikan profisiat dan selamat,” ungkap Edi Endi dalam Press release yang diterima media ini, Jumat malam
Namun, di balik kegembiraan tersebut, Bupati Edi Endi blak-blakan mengakui bahwa nominal gaji yang akan diterima para pegawai ini masih jauh dari kata layak.
Ia menyebut kebijakan ini diambil di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah yang sangat terjepit.
“Dalam kondisi keuangan yang sangat terbatas, saya, Pak Wakil beserta seluruh pemangku pengambil keputusan, DPRD ada di dalamnya, walaupun dengan berat hati karena kalau dihitung nominalnya kategori sangat tidak manusiawi,” tegasnya jujur.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap berkomitmen menjalankan kebijakan ini demi status kepegawaian para tenaga non-ASN.
Khusus untuk tenaga pendidik, Bupati Edi membawa angin segar agar kesejahteraan mereka tidak merosot tajam.
Ia menginstruksikan Kadis Pendidikan agar guru yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu tetap bisa menerima honor dari sumber lain.
“Nanti setelah ini Pak Kadis Pendidikan menggelar rapat dengan para guru-guru terlebih kepala sekolah agar penggajian mereka yang sumbernya dari dana BOS dan komite jangan dilepas total, tidak begitu terjemahannya,” tambahnya.
Selain soal gaji, Bupati Edi juga menekankan pentingnya kepedulian lingkungan bagi para ASN baru tersebut.
Ia meminta 1.308 PPPK ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Labuan Bajo dari sampah.
“Kalau lingkungan kita baik maka orang datang berbondong-bondong. Roda ekonomi baik berdampak kepada rakyat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Tak hanya soal sampah, para pegawai juga diwajibkan menjadi pionir dalam gerakan menanam pohon demi kualitas udara yang lebih baik.
“Kedepan kita harus mempromosikan bahwa Manggarai Barat, Labuan Bajo kota yang penuh dengan oksigen. Tidak ada pilihan, kita harus mulai menanam pohon,” tegas Edi Endi.
Terakhir, Bupati mengingatkan agar seluruh PPPK Paruh Waktu segera mengubah pola pikir (mindset) dan meningkatkan etos kerja.
“Ingat bahwa perubahan itu sebuah kata kerja. Supaya terwujud, yang sangat prinsip adalah bagaimana merubah mindset,” pungkasnya.
Bupati juga mengimbau agar seluruh ASN taat membayar pajak sebagai modal pembangunan di daerah tersebut.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi







