Keuangan Daerah Sekarat, Edi Endi Ingatkan 1.308 PPPK: Jangan Berharap Gaji Tinggi, Fokus Kerja!

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 1.308 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.. Penyerahan SK ini berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (06/02/2026). (FOTO : Prokopim Mabar-Afri M)

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 1.308 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.. Penyerahan SK ini berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (06/02/2026). (FOTO : Prokopim Mabar-Afri M)

LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 1.308 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Penyerahan SK ini berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (06/02/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebanyak 1.308 penerima SK tersebut terdiri dari 720 orang guru, 153 tenaga kesehatan, dan 435 tenaga teknis.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Edi Endi ini memberikan ucapan selamat sekaligus peringatan keras terkait kondisi keuangan daerah.

“Rekan-rekan yang hari ini mendapatkan SK PPPK paruh waktu. Atas nama pribadi dan pemerintah, kami menyampaikan profisiat dan selamat,” ungkap Edi Endi dalam Press release yang diterima media ini, Jumat malam

Baca Juga:  BPN Mabar Disemprot Massa: Badan Pertanahan atau Badan Pertahanan Investor?

Namun, di balik kegembiraan tersebut, Bupati Edi Endi blak-blakan mengakui bahwa nominal gaji yang akan diterima para pegawai ini masih jauh dari kata layak.

Ia menyebut kebijakan ini diambil di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah yang sangat terjepit.

“Dalam kondisi keuangan yang sangat terbatas, saya, Pak Wakil beserta seluruh pemangku pengambil keputusan, DPRD ada di dalamnya, walaupun dengan berat hati karena kalau dihitung nominalnya kategori sangat tidak manusiawi,” tegasnya jujur.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap berkomitmen menjalankan kebijakan ini demi status kepegawaian para tenaga non-ASN.

Baca Juga:  Edi Endi Pekikkan ‘Prabowo Dua Periode’ Saat Pelantikan Tani Merdeka di Labuan Bajo

Khusus untuk tenaga pendidik, Bupati Edi membawa angin segar agar kesejahteraan mereka tidak merosot tajam.

Ia menginstruksikan Kadis Pendidikan agar guru yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu tetap bisa menerima honor dari sumber lain.

“Nanti setelah ini Pak Kadis Pendidikan menggelar rapat dengan para guru-guru terlebih kepala sekolah agar penggajian mereka yang sumbernya dari dana BOS dan komite jangan dilepas total, tidak begitu terjemahannya,” tambahnya.

Selain soal gaji, Bupati Edi juga menekankan pentingnya kepedulian lingkungan bagi para ASN baru tersebut.

Ia meminta 1.308 PPPK ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Labuan Bajo dari sampah.

“Kalau lingkungan kita baik maka orang datang berbondong-bondong. Roda ekonomi baik berdampak kepada rakyat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Asa yang Kandas di Ujung Kebijakan: Cerita Eks Tenaga Kontrak yang Terlupakan

Tak hanya soal sampah, para pegawai juga diwajibkan menjadi pionir dalam gerakan menanam pohon demi kualitas udara yang lebih baik.

“Kedepan kita harus mempromosikan bahwa Manggarai Barat, Labuan Bajo kota yang penuh dengan oksigen. Tidak ada pilihan, kita harus mulai menanam pohon,” tegas Edi Endi.

Terakhir, Bupati mengingatkan agar seluruh PPPK Paruh Waktu segera mengubah pola pikir (mindset) dan meningkatkan etos kerja.

“Ingat bahwa perubahan itu sebuah kata kerja. Supaya terwujud, yang sangat prinsip adalah bagaimana merubah mindset,” pungkasnya.

Bupati juga mengimbau agar seluruh ASN taat membayar pajak sebagai modal pembangunan di daerah tersebut.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bentuk Pasukan di 12 Kecamatan, PAN Mabar Siap Bertarung Habis-habisan di Pemilu 2029
5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?
Gus Halim Buka Muscab PKB Tiga Manggarai di Labuan Bajo, Tekankan Kader Jadi Negarawan
Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat
Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama
Kolaborasi Lintas Sektor: Labuan Bajo Kini Miliki Pusat Pengolahan Sampah Berbasis Larva
BREAKING NEWS: Ribuan Pelaku Wisata ‘Kepung’ Gedung DPRD Mabar: Susah Move On Gara-gara Kuota!

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:13

Bentuk Pasukan di 12 Kecamatan, PAN Mabar Siap Bertarung Habis-habisan di Pemilu 2029

Sabtu, 25 April 2026 - 16:10

5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?

Sabtu, 25 April 2026 - 13:03

Gus Halim Buka Muscab PKB Tiga Manggarai di Labuan Bajo, Tekankan Kader Jadi Negarawan

Jumat, 17 April 2026 - 17:08

Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 17:05

BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat

Berita Terbaru