LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memekikkan seruan “Prabowo dua periode!” secara lantang di salah satu pusat kegiatan publik di Labuan Bajo, Selasa (10/2/2026).
Pekikan tersebut menggema di Aula D’Aj Hall Loyola dan disambut riuh antusias oleh ratusan peserta yang hadir dalam acara tersebut.
“Kita mulai, Prabowo presiden. Prabowo dua periode, terima kasih,” ujar Edistasius Endi saat membuka sambutannya di hadapan massa.
Momen ini menjadi pembuka acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, dilakukan pula pengukuhan pengurus untuk 22 DPD Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng resmi dilantik sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Manggarai Barat, yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Edi Endi tersebut menekankan pentingnya peran Tani Merdeka dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Tani Merdeka Indonesia harus mampu meyakinkan banyak pihak untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada. Dari sanalah swasembada pangan bisa diwujudkan, khususnya di NTT,” tegas Edi Endi.
Ketua DPW NasDem NTT ini juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian sebagai kunci stabilitas negara.
“Saatnya petani-petani muda bangkit dan mengurus lahannya. Kalau pangan aman, lambung aman, negara pun sehat,” lanjutnya.
Ia berharap ketergantungan pasokan pangan Manggarai Barat dari luar daerah dapat segera dikurangi dengan memperkuat rantai pasok lokal.
Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyatakan komitmennya untuk membawa misi besar bagi kesejahteraan petani.
“Ini adalah komitmen kami untuk bersama-sama mewujudkan petani yang makin sejahtera melalui sinergi di semua level,” kata dr. Weng.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa kehadiran organisasi ini di NTT merupakan mandat langsung dari Prabowo Subianto.
Ia menginstruksikan seluruh pengurus agar bergerak hingga ke tingkat desa untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Basis kita bukan di kota atau kabupaten, tapi di setiap desa. Tani Merdeka adalah mata dan telinga Presiden,” tegas Don Muzakir.
Don juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pengurus untuk menjaga integritas dalam mengelola bantuan pemerintah.
“Jangan pernah memperjualbelikan sepeser pun bantuan pemerintah. Jika Anda tidak mampu atau tidak bergerak, maka akan dilakukan pembekuan pengurus,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Provinsi NTT.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






