Sambil Usap Air Mata, Melki Laka Lena: Jangan Ada Lagi Rakyat NTT Mati Sia-sia

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena ( Sumber: Gambar  screenshot FB Melkiades Laka Lena)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena ( Sumber: Gambar screenshot FB Melkiades Laka Lena)

LABUAN BAJO – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, tampak emosional saat menyoroti carut-marut data kemiskinan di wilayahnya.

Sambil sesekali mengusap air mata yang jatuh di pipinya, Melki menegaskan bahwa praktik manipulasi data untuk kepentingan politik harus segera diakhiri.

Ia menyatakan siap pasang badan dan memikul tanggung jawab penuh sebagai gubernur untuk membenahi sistem yang selama ini dinilai merugikan rakyat kecil.

“Udah ini harus saya ambil, saya pikul ini tanggung jawab gubernur. Sekali lagi saya ulangi lagi ya, besok kita akan rapat, saya akan putuskan model begitu tadi,” tegas Melki dengan nada bicara yang bergetar, sebagaimana dikutip bajoupdate.com dari akun facebook resminya, Sabtu 7 Februari 2026.

Baca Juga:  Kevin dan Cantika Ajak Generasi Muda NTT Gabung di Ajang Putra Putri Budaya 2026

Melki menyentil keras fenomena di lapangan di mana bantuan sosial seringkali dihambat hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pemilu maupun Pilkada.

Ia menilai, banyak warga yang benar-benar miskin justru tidak terdaftar dalam basis data hanya karena tidak mendukung oknum pejabat tertentu.

“Siapa main-main data kemiskinan ini, yang harusnya masuk data miskin tidak masuk hanya karena urusan politik. Kemarin tidak dukung kepala desa ini, tidak dukung caleg ini, tidak dukung bupati, gubernur, presiden, udah bullshit tutup itu semua lah,” ucapnya lantang.

Gubernur Melki meminta agar pendataan dilakukan secara jujur tanpa kepura-puraan. Menurutnya, kekuasaan tidak boleh digunakan untuk menindas hak orang miskin.

“Yang miskin tulis dia miskin. Udahlah sudah cukup kita berpura-pura di republik ini, di NTT ini. Jangan karena kita pegang kuasa, orang miskin yang kemudian kita tahu tidak dukung kita di politik misalnya kita tidak kasih dia,” lanjutnya dengan getir.

Baca Juga:  9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Dalam pidatonya, Melki bahkan mengusulkan agar pelaku manipulasi data kemiskinan dijatuhi hukuman berat, setara dengan kejahatan kemanusiaan.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk dituntut mati jika kesalahan tersebut ada pada dirinya sebagai pemimpin tertinggi di NTT.

“Ini jangan cuma untuk urusan bencana saja, pelaku kejahatan tuh dihukum tuntunan sampai tuntutan mati. Kalau memang itu salah gubernur, saya siap dituntut mati untuk urusan ini,” tegasnya sambil kembali menyeka air mata.

Melki menekankan pentingnya “pertobatan bersama” bagi seluruh pemangku kepentingan di NTT, mulai dari Forkopimda hingga para bupati.

Baca Juga:  Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat

Ia berharap kejadian tragis yang menimpa warga berinisial YBR tidak terulang lagi hanya karena kelalaian birokrasi dan hilangnya kepedulian.

“Saya tahu hari ini orang lagi maki hancur gubernur, maki hancur bupati Ngada, maki hancur orang NTT. Kita terima itu sebagai sebuah tamparan keras,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Melki mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga karakter gotong royong dan solidaritas khas orang NTT.

“Kita boleh miskin materi, tapi saya yakin kita orang NTT ini tidak miskin kepedulian. Republik boleh menghukum kita sebagai daerah miskin. Sebagai gubernur, yang saya jaga kepedulian kita sebagai manusia,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 16:58

Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri

Sabtu, 12 September 2026 - 14:14

Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terbaru

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26