HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan HUT ke-1 Kodim 1630, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Peringatan HUT ke-1 Kodim 1630, Sabtu (19/9/2026) pagi.

LABUAN BAJO Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat resmi genap berusia satu tahun. Meski diibaratkan masih seumur jagung, sepak terjang satuan militer ini diuji langsung oleh krisis bencana di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat menyoroti secara khusus manuver Kodim 1630 ketika Gempa Flores melanda. Aksi tanggap darurat yang dilakukan prajurit dinilai krusial dalam menyelamatkan warga.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyebut kehadiran Kodim 1630 sangat vital. Pergerakan mereka di lapangan tidak kalah lincah dari satuan induknya, Kodim 1612/Manggarai.

Weng secara khusus mengenang momen genting saat gempa bumi mengguncang pesisir Flores. Tanpa birokrasi yang berbelit, jajaran Kodim 1630 langsung turun ke titik-titik krisis.

Baca Juga:  Bupati Manggarai Polisikan Pengamat Hukum Buntut Tudingan Aliran Dana ke Istri

“Yang paling luar biasa ketika wilayah kita, Flores, itu dilanda gempa. Tanpa diminta, teman-teman Kodim secara aktif berpartisipasi bersama pemerintah daerah,” ujar Weng, dalam peringatan HUT ke-1 Kodim 1630, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Ia memaparkan, personel Kodim berinisiatif mengecek langsung kondisi masyarakat. Mereka mendistribusikan logistik secara mandiri dan mengoordinasikan bantuan dari pusat yang tertahan di bandara.

Distribusi bantuan tersebut tidaklah mudah. Weng bersaksi bagaimana prajurit Kodim, bersama Polri dan Pangkalan TNI AL (Lanal), harus menembus cuaca buruk demi menjangkau pulau-pulau terdampak.

“Waktu itu, tanggal 18, dalam situasi gelombang yang cukup besar. Tapi saya lihat teman-teman ini tidak kalah semangatnya,” ungkap Weng.

Menurut Weng, keberanian menembus ombak besar tersebut adalah bukti nyata komitmen aparat. “Itu karena mau menunjukkan bahwa Kodim hadir untuk pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di Manggarai Barat.”

Baca Juga:  “Sonde, Bersih Murni”: Dalih Guru SD di Manggarai Bantah Bunga Pinjaman Usai Dipolisikan

Lahir dari Tuntutan Pemekaran Kota

Eksistensi Kodim 1630/Manggarai Barat bermula dari pesatnya pembangunan daerah selama lima tahun terakhir. Wilayah ini makin strategis usai menjadi tuan rumah berbagai perhelatan internasional.

Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letnan Kolonel Infanteri Budiman Manurung, menyebut satuan ini tidak diprediksi akan hadir secepat ini. Namun, agenda seperti G20 dan KTT ASEAN mendesak perlunya satuan setingkat Kodim di Manggarai Barat.

“Itulah yang mendasari akhirnya harus ada satuan setingkat Kodim dihadirkan di tempat ini,” kata Budiman.

Pembangunan Markas Kodim (Makodim) 1630 ini pun tidak lepas dari campur tangan Pemkab Manggarai Barat. Lahan yang kini berdiri tegak sebagai bangunan Makodim merupakan tanah hibah dari pemerintah daerah.

Baca Juga:  Krisis BBM Landa Labuan Bajo: Sektor Konstruksi Terhenti dan Harga Eceran Melonjak

Di usia yang baru menginjak satu tahun sejak diresmikan pada 19 September 2025, Budiman mengibaratkan satuannya seperti bayi yang baru belajar berjalan dan berbicara.

“Banyak hal yang harus kami pelajari dan tata, terutama dalam hal pengabdian,” jelas Budiman.

Ia menegaskan, tugas pokok TNI di daerah tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah sipil. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah harga mati.

“Tugas dan kehadiran kami di wilayah ini satu tujuan: membantu tugas pokok pemerintah daerah. Tidak boleh kita tidak beriringan,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal
Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur
Viral Pengemudi Mobil Dinas di Labuan Bajo Buang Sampah Sembarangan, Netizen: Tidak Beri Contoh
Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh
Dugaan Korupsi KPU Mabar Rp 28 M, Pegiat: Ketua dan Komisioner Tak Bisa Lepas Tangan!
Diperiksa Dua Kali, Ketua KPU Mabar Akui Ada Rangkap Jabatan Pengelola Keuangan
Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata
28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:59

Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal

Sabtu, 19 September 2026 - 09:30

HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa

Jumat, 18 September 2026 - 20:56

Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur

Jumat, 18 September 2026 - 13:23

Viral Pengemudi Mobil Dinas di Labuan Bajo Buang Sampah Sembarangan, Netizen: Tidak Beri Contoh

Kamis, 17 September 2026 - 12:19

Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh

Berita Terbaru