Bupati Manggarai Polisikan Pengamat Hukum Buntut Tudingan Aliran Dana ke Istri

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video yang diunggah di akun Facebook milik Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit.

Tangkapan layar video yang diunggah di akun Facebook milik Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit.

LABUAN BAJO Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, resmi melaporkan pengamat hukum Dr. Siprianus Edi Hardum ke Kepolisian Resor (Polres) Manggarai atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan ini dipicu oleh komentar Edi Hardum di sebuah media daring yang menduga adanya aliran dana korupsi kepada istri bupati.

Hery Nabit, didampingi keluarga dan kuasa hukumnya, mendatangi Polres Manggarai pada Rabu (27/05/2026). Ia menegaskan langkah hukum ini diambil dalam kapasitasnya sebagai warga negara biasa.

Dikutip media ini dari akun Facebook resmi miliknya, pada Kamis (28/05/2026), Hery Nabit menyatakan laporan tersebut adalah respons atas fitnah yang mencemarkan nama baik keluarganya.

“Laporan ini kami sampaikan sebagai pribadi, bukan sebagai Bupati Manggarai. Kami mungkin belum berbuat banyak untuk daerah ini, tetapi itu bukan alasan bagi siapa pun untuk memfitnah kami,” tegas Hery Nabit.

Ia menepis anggapan bahwa pelaporan tersebut adalah bentuk sikap anti-kritik dari seorang pejabat publik.

Baca Juga:  "Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan," Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius

“Jangan melihat pelaporan ini sebagai cara kami mengabaikan kritikan. Kami hanya ingin menjaga agar ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tetap berjalan sehat dan konstruktif,” tambahnya.

Pernyataan yang dipermasalahkan bermula dari pemberitaan Viva NTT edisi 22 Mei 2026 berjudul “Aliran Dana Kasus Jefrin Haryanto Diduga Sampai ke Istri Bupati Manggarai, Edi Hardum: Stop Lindungi Penjahat!”.

Kuasa hukum Bupati Manggarai, Siprianus Ngganggu, menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar.

Melansir dari flores.pikiran-rakyat.com, Siprianus Ngganggu memastikan kliennya tidak memiliki kaitan dengan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Manggarai Timur, apalagi menerima aliran dana korupsi.

“Pernyataan itu tidak benar dan tanpa bukti. Ini adalah bentuk fitnah dan pencemaran nama baik terhadap klien kami,” ujar Siprianus Ngganggu.

Tim kuasa hukum juga menilai bahwa penggunaan kata “diduga” oleh Edi Hardum tidak serta-merta menghapus unsur pidana. Pernyataan tersebut dinilai melanggar Pasal 27A Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.

Baca Juga:  Usai Diperiksa Kasus ITE Malah Masuk Ruang Kasat, Kuasa Hukum Berdalih EH Sekadar Curhat

“Pernyataan itu sengaja disebarkan ke publik melalui media daring, sehingga langsung merusak reputasi klien kami di tengah masyarakat,” jelasnya.

Respons Edi Hardum: “Ini Sengketa Pers”

Di sisi lain, Dr. Siprianus Edi Hardum menolak keras langkah pidana yang diambil oleh Bupati Hery Nabit.

Dikutip dari okebajo.com pada Kamis (28/05/2026), Edi menilai Polres Manggarai seharusnya menolak laporan tersebut karena persoalan ini masuk dalam ranah sengketa pers.

“Polres Manggarai mestinya menolak laporan itu. Saya diwawancarai media sebagai narasumber, bukan membuat rilis atau menyebarkan informasi sendiri,” tegas Edi Hardum.

Edi juga menyoroti kejanggalan laporan pidana ini, mengingat pihak Bupati Manggarai sebenarnya telah menggunakan hak jawab mereka di media massa terkait berita tersebut.

“Kalau hak jawab sudah digunakan, berarti ini diakui sebagai produk jurnalistik. Mestinya diselesaikan melalui mekanisme pers, bukan kriminalisasi,” katanya.

Baca Juga:  Soal Skema PLN Tagih Utang Lewat Mati Meteran Listrik, DPRD Desak Bupati Segera Turun Tangan

Terkait substansi tuduhan, Edi Hardum berkeras bahwa dirinya tidak pernah menuduh secara langsung, melainkan hanya menyampaikan dugaan berdasarkan informasi yang ia terima.

“Saya berbicara terukur. Saya menduga, bukan menuduh. Dalam hukum, itu adalah dua hal yang sangat berbeda,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa memidanakan narasumber media merupakan ancaman serius bagi kebebasan pers dan iklim demokrasi di Indonesia.

“Sudah ada yurisprudensi bahwa narasumber tidak bisa dipidana hanya karena memberikan pendapat di media,” ungkap Edi.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa dugaan tersebut berawal dari informasi seorang wartawan yang mengaku diminta untuk menurunkan berita oleh istri Hery Nabit.

Meski berhadapan dengan kepala daerah, Edi Hardum menyatakan kesiapannya menghadapi proses hukum yang berjalan.

“Saya tidak gentar sedikit pun menghadapi laporan Hery Nabit, karena saya merasa tidak bersalah. Saya meminta Polres Manggarai tetap profesional dan tidak pandang bulu,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa
Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat
Solidaritas Gempa Flores: Saat Pengepul Hasil Bumi dan Jejaring Medis Turun Tangan
Pengakuan Ketua PSSI Mabar di Balik Klub Komodo United

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Kamis, 10 September 2026 - 13:04

Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Selasa, 8 September 2026 - 18:13

Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa

Senin, 7 September 2026 - 23:00

Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat

Berita Terbaru

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26