KUPANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan agar proses kaderisasi tidak jatuh menjadi sekadar formalitas pencetak anggota tanpa isi.
Peringatan tersebut disampaikan oleh perwakilan DPD GMNI NTT, Regen Leneng, saat membuka kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI Cabang Kupang, Kamis (17/9/2026).
Regen menegaskan, kaderisasi adalah ruang fundamental untuk membentuk watak dan cara berpikir para penerus organisasi. Ia menolak keras jika proses tersebut hanya diposisikan sebagai agenda seremonial belaka.
“Kami mengapresiasi GMNI Cabang Kupang yang terus menjaga proses kaderisasi. Namun, KTD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari perjalanan organisasi untuk mempersiapkan penerus estafet perjuangan,” kata Regen.
Menurutnya, keberlanjutan sebuah organisasi sangat bergantung pada kemampuannya melahirkan generasi baru secara konsisten dan serius. Tanpa itu, organisasi akan kehilangan arah.
“Organisasi yang tidak melakukan kaderisasi secara serius akan kehilangan regenerasi. Sebaliknya, kaderisasi yang terarah akan melahirkan generasi baru yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, Regen memperingatkan para peserta bahwa status sebagai kader GMNI yang disandang usai KTD bukanlah garis akhir. Sebaliknya, KTD adalah pintu gerbang menuju medan pengabdian yang sebenarnya.
Seorang kader, lanjut Regen, memikul beban untuk tidak sekadar hafal teori organisasi. Mereka dituntut turun ke akar rumput dan peka terhadap realitas sosial masyarakat.
“Setelah mengikuti KTD, jangan merasa proses belajar telah selesai. Kader harus terus membaca, berdiskusi, mengasah daya kritis, memahami persoalan rakyat, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan nyata,” ungkap Regen.
Bagi Regen, tolak ukur kekuatan GMNI tidak dihitung dari seberapa banyak jumlah massanya, melainkan dari kedalaman kualitas para kadernya dalam mempertahankan nilai perjuangan.
Ia berharap KTD GMNI Cabang Kupang kali ini benar-benar mampu menyumbang kader yang bisa memberikan kontribusi riil bagi daerah maupun bangsa.
“Regenerasi bukan sekadar pergantian orang dalam struktur organisasi. Regenerasi adalah memastikan nilai dan gagasan terus hidup. Karena itu, kaderisasi harus melahirkan kader yang mampu berpikir dan bertindak,” pungkasnya.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun






