LABUAN BAJO — Anggota DPD RI asal NTT, dr. Maria Stevi Harman, bersama suaminya, Christo Mario Yosephino Pranda, menghadiri acara buka puasa bersama di Lando, Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Senin, 16 Maret 2026.
Kehadiran pasangan politikus muda ini disambut hangat oleh warga setempat. Keduanya tampak hadir dengan busana yang serasi, memancarkan kesan bersahaja di tengah kerumunan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Sepanjang acara, Mario dan Stevi terlihat sangat kompak. Sambil menyapa warga satu per satu, sesekali Stevi tampak berdiskusi kecil dengan sang suami sebelum memberikan sambutan.
Keduanya duduk berdampingan di antara tokoh masyarakat dan pemuka agama. Keharmonisan pasangan ini seolah menjadi simbol kerukunan yang ingin mereka tularkan kepada masyarakat Manggarai Barat.

Dalam sambutannya, dr. Stevi menekankan bahwa bulan suci Ramadan adalah sarana refleksi diri. Ia mengajak masyarakat untuk saling mengasihi dan memaafkan.
“Momen puasa ini adalah saat untuk memperbaharui diri, agar kita selalu mengasihi satu sama lain,” ujar senator yang akrab disapa dr. Stevi tersebut.
Ia juga menyoroti keunikan tahun 2026, di mana Ramadan bertepatan dengan masa Prapaskah umat Katolik. Menurut Stevi, ini adalah rahmat kebersamaan bagi sesama anak bangsa.
“Ini kesempatan indah untuk membangun tali persaudaraan dan menjunjung tinggi rasa toleransi,” tambahnya.
Senada dengan sang istri, Mario Pranda juga memberikan pesan yang menyentuh soal solidaritas kemanusiaan. Tokoh muda Manggarai Barat ini mengajak warga mendoakan perdamaian dunia.
“Mari kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Tuhan agar menghentikan segala bentuk peperangan,” kata mantan calon Bupati Manggarai Barat periode 2024-2029 itu.
Mario menegaskan bahwa tidak ada pemenang dalam perang, melainkan hanya menyisakan penderitaan bagi sesama manusia.
Selain isu global, Mario juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai lokal. Ia ingin Manggarai Barat tetap menjadi rumah yang damai bagi semua golongan.
“Momen buka puasa bersama ini adalah bukti bahwa perbedaan tidak menghalangi kita untuk duduk di satu meja,” ungkap Mario yang pada Pilkada lalu berpasangan dengan Richard Sontani.
Acara di Desa Mbuit itu berlangsung penuh kekeluargaan. Pesan toleransi yang dibawa pasangan ini mempertegas identitas NTT sebagai “Nusa Terindah Toleransinya”.
Hingga azan magrib berkumandang, Mario dan Stevi tetap berada di lokasi untuk menikmati hidangan buka puasa bersama warga. Keduanya tampak akrab berbincang santai dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






