“Rumah Tak Bisa Dihuni”, Kesaksian Warga Manggarai Usai Gempa M 7,7

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah milik Florianus Adi, warga Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat rusak berat.

Rumah milik Florianus Adi, warga Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat rusak berat.

RUTENG Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo pada Sabtu (15/08) pagi, membawa dampak kerusakan signifikan hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai.

Dua wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Wae Codi dan Desa Compang Cibal di Kecamatan Cibal Barat.

Guncangan hebat yang terjadi pada pukul 05.58 WITA itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kondisi bangunan rumah rusak parah di Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Cibal Barat, Manggarai, NTT.

Florianus Adi, seorang warga Dusun Cekok, Desa Wae Codi, tengah bersiap membangunkan anaknya untuk sekolah ketika lindu terjadi.

Baca Juga:  Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo

“Tiba-tiba guncangan keras datang hingga merusak semua bangunan rumah,” ceritanya.

Ia menambahkan bahwa rumahnya kini hancur total dan tak bisa lagi ditempati.

“Beruntung kami sekeluarga selamat. Kerugian sangat besar sekali, bisa dibilang ratusan juta, karena rumah tak bisa digunakan lagi,” kata Florianus.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Nagekeo: 38 Tewas, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban Tertimbun

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga di Desa Wae Codi mengalami kerusakan struktural. Dinding-dinding rumah roboh dan retak parah, sementara beberapa bagian atap ambruk tak kuat menahan guncangan.

Kondisi bangunan rumah rusak parah di Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Cibal Barat, Manggarai, NTT.

Kondisi serupa terjadi di Desa Compang Cibal. Selain merusak puluhan tempat tinggal, gempa di kawasan perbukitan ini juga memicu longsoran ringan.

Baca Juga:  Ancam Demo Besar, Pemandu Wisata Labuan Bajo Tolak Sistem Kuota Masuk TN Komodo

Material longsor dari sejumlah titik tebing itu sempat memutus akses jalan penghubung antar-desa.

Kondisi bangunan rumah rusak parah di Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Cibal Barat, Manggarai, NTT.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pemerintah desa mengenai kemungkinan adanya korban jiwa di Kecamatan Cibal Barat.

Pemerintah setempat juga belum merilis data riil terkait jumlah pasti rumah yang mengalami rusak berat maupun ringan.

Kondisi bangunan rumah rusak parah di Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Cibal Barat, Manggarai, NTT.

Saat ini, ratusan warga yang rumahnya hancur terpaksa bertahan di area terbuka dengan mendirikan tenda-tenda darurat.

Rasa trauma akibat kuatnya guncangan membuat warga masih enggan kembali ke dalam bangunan, mengingat besarnya kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17