RUTENG — Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo pada Sabtu (15/08) pagi, membawa dampak kerusakan signifikan hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai.
Dua wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Wae Codi dan Desa Compang Cibal di Kecamatan Cibal Barat.
Guncangan hebat yang terjadi pada pukul 05.58 WITA itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Florianus Adi, seorang warga Dusun Cekok, Desa Wae Codi, tengah bersiap membangunkan anaknya untuk sekolah ketika lindu terjadi.
“Tiba-tiba guncangan keras datang hingga merusak semua bangunan rumah,” ceritanya.
Ia menambahkan bahwa rumahnya kini hancur total dan tak bisa lagi ditempati.
“Beruntung kami sekeluarga selamat. Kerugian sangat besar sekali, bisa dibilang ratusan juta, karena rumah tak bisa digunakan lagi,” kata Florianus.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah rumah warga di Desa Wae Codi mengalami kerusakan struktural. Dinding-dinding rumah roboh dan retak parah, sementara beberapa bagian atap ambruk tak kuat menahan guncangan.

Kondisi serupa terjadi di Desa Compang Cibal. Selain merusak puluhan tempat tinggal, gempa di kawasan perbukitan ini juga memicu longsoran ringan.
Material longsor dari sejumlah titik tebing itu sempat memutus akses jalan penghubung antar-desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pemerintah desa mengenai kemungkinan adanya korban jiwa di Kecamatan Cibal Barat.
Pemerintah setempat juga belum merilis data riil terkait jumlah pasti rumah yang mengalami rusak berat maupun ringan.

Saat ini, ratusan warga yang rumahnya hancur terpaksa bertahan di area terbuka dengan mendirikan tenda-tenda darurat.
Rasa trauma akibat kuatnya guncangan membuat warga masih enggan kembali ke dalam bangunan, mengingat besarnya kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








