Mimpi Besar Petani Muda Labuan Bajo di Tengah Minimnya Alat Pertanian

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

LABUAN BAJO Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mantan penjual sayur keliling ini mulai menekuni pertanian mandiri di halaman rumahnya di Dusun Loger, Kecamatan Macang Pacar, sejak sembilan bulan lalu.

Awalnya, hasil panen hanya digunakan untuk konsumsi pribadi. Namun, karena kualitasnya memadai, Eras memberanikan diri melepas hasil kebunnya ke pasar.

Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo

Saat ini, sayur-mayur dari kebun Eras telah menembus Pasar Wae Kesambi dan Pasar Baru di Labuan Bajo.

Baca Juga:  BPOLBF Fokus Kembangkan Wisata Budaya, Atasi Tren One Day Tour yang Meningkat

Ke depan, ia menargetkan hasil panennya dapat memasok hotel dan restoran di kawasan wisata super premium tersebut.

Langkah ini diambil karena Eras melihat rantai pasok sayur di Labuan Bajo selama ini masih didominasi produk luar daerah.

Menurutnya, kebutuhan sayur untuk pusat pariwisata Manggarai Barat itu masih sangat bergantung pada pasokan dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, hingga Bima.

Ambisi Eras tak berhenti di sektor pariwisata. Ia juga membidik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Curhat Bule dan Wisnus Tak Bisa Lihat Komodo Malah Dapat Fosil

“Selain itu saya juga ingin ikut menyuplai kebutuhan sayur untuk program Makan Bergizi Gratis,” kata Eras, Minggu (6/9/2026).

Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo

Ia meyakini, keterlibatan petani lokal akan memberikan dampak ganda bagi masyarakat desa.

“Kalau petani lokal bisa ikut andil, berarti kita juga bantu anak-anak sekolah dapat makan sehat dari hasil tanah sendiri,” imbuhnya.

Baca Juga:  Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

Jarak Dusun Loger menuju pusat pariwisata Labuan Bajo memakan waktu sekitar tiga jam perjalanan darat. Permintaan sayur di kawasan itu terus merangkak naik seiring lonjakan kunjungan wisatawan.

Meski saat ini kebun dikelola secara personal, Eras berencana membentuk kelompok tani bersama pemuda setempat agar kapasitas produksi bisa mengimbangi permintaan pasar.

Namun, ekspansi kebun sayur ini terbentur masalah infrastruktur dasar. Eras masih kekurangan modal untuk pengadaan air dan alat pertanian.

Eras Tengajo (31), pemuda asal Desa Bari, Manggarai Barat, menyulap lahan kosong menjadi kebun produktif guna menyuplai kebutuhan pangan di Labuan Bajo

Ia mengaku belum memiliki tangki penampungan air (fiber) maupun mesin pompa hisap untuk mengairi lahan secara optimal.

“Kendala terbesar itu di air dan alat pertanian,” keluh Eras.

Ia berharap ada solusi atau dukungan untuk mengatasi persoalan pasokan air tersebut agar produksi pertaniannya tidak terhambat.

“Kalau fasilitasnya ada, saya yakin bisa tanam lebih banyak dan hasilnya lebih maksimal,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal
Jaga Kepercayaan Turis Usai Gempa, BPOLBF Terapkan “Ready Before Promote”
BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:04

Mimpi Besar Petani Muda Labuan Bajo di Tengah Minimnya Alat Pertanian

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:19

Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:34

Jaga Kepercayaan Turis Usai Gempa, BPOLBF Terapkan “Ready Before Promote”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Berita Terbaru

FOTO — Syamsudin Kadir

Opini

Wasit Dipukul, Sepak Bola Mabar Bisa Amburadul!

Sabtu, 5 Sep 2026 - 22:18