Curhat Bule dan Wisnus Tak Bisa Lihat Komodo Malah Dapat Fosil

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gua Batu Cermin yang menyimpan berbagai fosil penyu, kura-kura, ikan, dan terumbu karang laut yang tertanam di dinding batu kapur. (FOTO: Lois Minjo)

Gua Batu Cermin yang menyimpan berbagai fosil penyu, kura-kura, ikan, dan terumbu karang laut yang tertanam di dinding batu kapur. (FOTO: Lois Minjo)

LABUAN BAJO  – Banyak wisatawan asing yang berencana mengunjungi Pulau Padar, Komodo, dan Rinca mengungkapkan perasaan kecewa karena tidak dapat melihat komodo di Taman Nasional Komodo (TNK).

Penutupan pelayaran kapal wisata oleh KSOP Labuan Bajo hingga 29 Januari 2026 akibat cuaca buruk menjadi penyebab utama kondisi ini.

Selain wisatawan asing, rasa kecewa juga diutarakan oleh rombongan wisatawan Bank Indonesia (BI) saat mereka berkunjung ke Gua Batu Cermin di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (28/01) siang.

Hal itu disampaikan oleh pemandu wisata lokal Paulus Hendrik Bisinglasi.

Baca Juga:  BPTNKPS Dorong Sinkronisasi Regulasi Keselamatan di Labuan Bajo

“Mereka bilang kecewa tidak bisa ke TN Komodo. Mereka tanya ke saya apakah ada komodo di dekat Labuan Bajo, saya jawab ada di Pulau Longos tetapi untuk kesana harus naik kapal laut dan masih belum boleh diijinkan berlayar oleh KSOP,” ujar Paulus.

Rombongan wisatawan asal Jakarta tersebut mengaku telah merencanakan perjalanan ke Labuan Bajo sejak tiga bulan yang lalu, jauh sebelum pemberitahuan penutupan pelayaran ke kawasan TN Komodo dan sekitarnya dikeluarkan.

Untuk meredakan rasa kecewa para wisatawan, Paulus kemudian memberikan penjelasan mengenai sejarah Gua Batu Cermin yang menyimpan berbagai fosil penyu, kura-kura, ikan, dan terumbu karang laut yang tertanam di dinding batu kapur.

Baca Juga:  Lalai Saat Mundur Hingga Nyawa Balita Melayang, Sopir Xenia Resmi Ditahan

“Fosil-fosil ini merupakan bukti geologis bahwa kawasan gua ini dulunya berada di dasar laut ribuan tahun lalu, sebelum terangkat ke permukaan,” jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, rombongan wisatawan diajak untuk melihat langsung fosil-fosil yang ada di dalam gua.

Mereka akan tinggal di Labuan Bajo selama empat hari dan akan mengunjungi sejumlah objek wisata lainnya, antara lain Puncak Waringin, Kampung Adat Melo, menyaksikan atraksi tarian caci, hingga menikmati pemandangan matahari terbenam di Bukit Anjungan Warloka dan Batu Gosok.

Baca Juga:  Buntut Tewasnya Dua Turis Austria, DPRD Desak Evaluasi Total Pariwisata Labuan Bajo

Sementara itu, data dari Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan ke Gua Batu Cermin dan Puncak Waringin mencapai angka yang cukup signifikan.

Pada periode 1 hingga 27 Januari 2026, Gua Batu Cermin dikunjungi oleh 278 wisatawan asing dan 656 wisatawan nusantara, dengan total keseluruhan 934 orang.

Sedangkan untuk Puncak Waringin, tercatat ada 54 wisatawan asing dan 363 wisatawan nusantara yang berkunjung, dengan total 417 orang.

Jumlah keseluruhan kunjungan ke kedua objek wisata tersebut mencapai 1.351 orang.

Penulis : Lois M

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17