LABUAN BAJO — “Saya tidak pernah sampaikan ada niat untuk kejadian seperti yang dilakukan oleh adik Novri,” tegas Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, Sabtu (5/9/2026).
Pernyataan itu keluar usai Yono menanggapi aksi brutal pelatih Komodo United, Romanus Novri, yang menganiaya wasit Ferdinandus Adi Sudirman atau Afred di tengah lapangan.
Yono mengaku sangat terpukul dan malu atas insiden tersebut. Terlebih, klub pelaku penganiayaan itu adalah tim cikal bakal bentukannya sendiri.
Ia mendirikan Komodo United pada 2020 silam. Yono terinspirasi dari Bali United dan sempat menggandeng investor untuk mengangkat pariwisata daerah.
Menyadari posisinya ganda sebagai regulator PSSI, Yono menyerahkan manajemen klub kepada anaknya. Posisi pelatih kemudian dipercayakan kepada Romanus Novri.
Novri bukan orang asing. Yono sendiri yang dulu mengirimnya ke Manggarai Timur untuk mengambil lisensi kepelatihan.
Nahas, keputusan itu kini berujung petaka yang mencoreng wajah sepak bola Labuan Bajo.
Novri memukul rahang kiri wasit utama, Afred, usai laga 8 besar PSSI Cup antara Black Crown melawan Komodo United, Jumat (4/9/2026).
Pemukulan terjadi tepat setelah peluit panjang berbunyi. Komodo United kalah tipis 1-0 lewat gol sundulan pada masa perpanjangan waktu menit ke-97.
Akibat pukulan keras tersebut, Afred mengalami cedera serius di bagian pipi dan rahang.
Korban langsung dievakuasi ke RS Siloam dan dirujuk ke Puskesmas Labuan Bajo untuk tindakan medis serta visum.
Sebagai Ketua PSSI, Yono menolak lepas tangan. Ia mengawal langsung korban ke rumah sakit.
Yono juga menyatakan dukungannya kepada keluarga wasit untuk menempuh jalur hukum di Polres Manggarai Barat.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Harian, Rofinus Edison Risal, mengecam keras tindakan anarkis tersebut.
Rofinus mendesak Askab PSSI segera menjatuhkan sanksi administratif yang berat, baik kepada pelaku maupun kepada klub.
Buntut dari penganiayaan ini, panitia resmi menunda laga semifinal yang sedianya digelar akhir pekan ini.
Kompetisi baru akan dilanjutkan pada Senin (7/9/2026) demi memulihkan mental korps perwasitan dan menjaga kondusivitas.
Kini, Yono dan keluarganya menjadi bulan-bulanan publik. Rentetan kritik tajam ini membuatnya merenung untuk mundur dari kursi kepengurusan PSSI Manggarai Barat.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate




