Mengadaptasi Camino de Santiago di Tanah Flores

- Redaksi

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah menginisiasi proyek wisata religi Katolik bertajuk

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah menginisiasi proyek wisata religi Katolik bertajuk "Camino Flores". Rute ziarah lintas wilayah ini diadaptasi dari jalur peziarahan legendaris dunia, Camino de Santiago de Compostela di Spanyol. (Dok. BPOLBF).

LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah menginisiasi proyek wisata religi Katolik bertajuk “Camino Flores”. Rute ziarah lintas wilayah ini diadaptasi dari jalur peziarahan legendaris dunia, Camino de Santiago de Compostela di Spanyol.

Camino Flores dirancang bukan sekadar kunjungan singkat ke satu tempat ibadah. Inisiatif ini menawarkan perjalanan spiritual yang menghubungkan berbagai situs religi dan jejak sejarah misionaris di Pulau Flores.

Selama menyusuri rute, peziarah tidak hanya sekadar berdoa. Mereka akan berinteraksi dengan warga lokal, menikmati kekayaan budaya, mendukung UMKM, dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial di titik-titik tertentu.

Proyek ini didukung oleh basis demografi yang sangat kuat. Berdasarkan data Disdukcapil Kementerian Dalam Negeri tahun 2025, sekitar 2 juta dari 3 juta umat Katolik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bermukim di Pulau Flores.

Baca Juga:  Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana

Angka tersebut menjadikan Pulau Flores sebagai rumah bagi 22,6 persen dari total 8,86 juta penganut Katolik di Indonesia. Ini merupakan modal strategis untuk mengembangkan pariwisata berbasis spiritual.

Selain faktor demografi, Flores memiliki sejarah panjang penyebaran agama Katolik. Warisan tersebut tampak dari keberadaan gereja bersejarah, gua Maria, biara, seminari, hingga tradisi liturgi yang membaur erat dengan budaya lokal.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menyebut proyek Camino Flores bertujuan untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat akar rumput.

”Pulau Flores memiliki modal yang sangat kuat untuk menghadirkan Camino Flores sebagai ikon wisata religi Katolik Indonesia,” kata Andhy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:  Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga

Andhy menegaskan, perpaduan situs religi yang tersebar dari barat hingga timur, tradisi iman yang masih hidup, dan bentang alam adalah fondasi ideal. Ia meyakini potensi tersebut cukup untuk menciptakan jalur ziarah kelas dunia.

Pihak BPOLBF menargetkan penyelenggaraan Camino Flores dapat mulai direalisasikan pada tahun ini.

Meski terinspirasi dari Spanyol, Andhy menggarisbawahi bahwa proyek ini akan menonjolkan identitas lokal.

“Camino Flores ini tidak dimaksudkan untuk meniru Camino de Santiago, namun gagasan filosofis dari perjalanan spiritual ini dapat kita adaptasi menyesuaikan dengan karakter, budaya, sejarah, dan identitas Pulau Flores,” jelas Andhy.

Secara teknis, rute Camino Flores akan dibagi menjadi tiga etape utama. Masing-masing etape memiliki jarak tempuh sekitar 70 kilometer, yang dirancang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan peziarah.

Baca Juga:  Konektivitas Menguat, BPS Sebut Labuan Bajo Jadi Simpul Utama Pariwisata Flores

Etape Barat akan membentang di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Kemudian Etape Tengah meliputi wilayah Bajawa, Nagekeo, dan Ende.

Sementara itu, Etape Timur akan mencakup rangkaian wilayah Maumere dan Flores Timur.

Sebagai fondasi awal, BPOLBF sejak tahun 2024 telah menyusun pola perjalanan (Travel Pattern) Wisata Religi Katolik di Pulau Flores.

Langkah-langkah promosi digital, pertemuan bisnis, hingga kolaborasi dengan berbagai Keuskupan dan komunitas lokal juga telah dilakukan demi mematangkan proyek ini.

Kehadiran Camino Flores diharapkan dapat mendongkrak kualitas pengalaman wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Pulau Flores sebagai destinasi pariwisata spiritual global yang inklusif.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta
Curhat Pengusaha Kapal Labuan Bajo ke Kemenpar: Dari Urusan Sampah, Pajak, hingga Scamming
Berantas Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Aturan Izin Usaha Diperketat
Ferdinan Ambo Nakhodai Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi NTT Perdana di Labuan Bajo
Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya
30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat
Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing
Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:33

Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:39

Curhat Pengusaha Kapal Labuan Bajo ke Kemenpar: Dari Urusan Sampah, Pajak, hingga Scamming

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:18

Berantas Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Aturan Izin Usaha Diperketat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:03

Ferdinan Ambo Nakhodai Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi NTT Perdana di Labuan Bajo

Minggu, 27 September 2026 - 13:43

Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya

Berita Terbaru