LABUAN BAJO — Memasuki hari ketujuh pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), tim SAR gabungan mengevakuasi dua warga lansia yang kritis dari Kabupaten Manggarai Timur melalui jalur udara, Jumat (21/08) pagi.
Keduanya diterbangkan melalui Bandara Komodo dan dirujuk ke RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo untuk segera mendapat penanganan medis intensif.
Evakuasi tersebut dilakukan dari Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, dengan menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+.
Tim medis Kementerian Kesehatan yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi menyebutkan, kedua korban mengalami cedera berat pascagempa.
Korban pertama, seorang laki-laki berusia 81 tahun, didiagnosis mengalami dugaan cedera tulang belakang.
Sementara itu, korban kedua adalah seorang perempuan berusia 71 tahun yang diduga kuat menderita patah tulang dasar tengkorak.
Operasi medis udara yang menembus Kecamatan Lamba Leda Utara ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso.
Selain mengangkut korban kritis menuju rumah sakit rujukan, helikopter yang sama turut mengemban misi logistik.
Armada tersebut mendistribusikan bantuan presiden untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
Dalam keterangan tertulisnya, pihak otoritas menegaskan bahwa operasi tanggap darurat pascagempa akan terus diintensifkan di seluruh wilayah terdampak.
“Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara,” sebut pernyataan resmi dari Basarnas.
Langkah berkelanjutan tersebut diutamakan, lanjut pernyataan itu, “guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal.”
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








