Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki hari ketujuh pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), tim SAR gabungan mengevakuasi dua warga lansia yang kritis dari Kabupaten Manggarai Timur melalui jalur udara, Jumat (21/08) pagi.

Memasuki hari ketujuh pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), tim SAR gabungan mengevakuasi dua warga lansia yang kritis dari Kabupaten Manggarai Timur melalui jalur udara, Jumat (21/08) pagi.

LABUAN BAJO — Memasuki hari ketujuh pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), tim SAR gabungan mengevakuasi dua warga lansia yang kritis dari Kabupaten Manggarai Timur melalui jalur udara, Jumat (21/08) pagi.

Keduanya diterbangkan melalui Bandara Komodo dan dirujuk ke RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo untuk segera mendapat penanganan medis intensif.

Evakuasi tersebut dilakukan dari Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, dengan menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+.

Baca Juga:  Tertimbun Sejak Kamis, Jasad Lusia Resen Berhasil Dievakuasi dari Material Longsor di Lambaleda

Tim medis Kementerian Kesehatan yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi menyebutkan, kedua korban mengalami cedera berat pascagempa.

Korban pertama, seorang laki-laki berusia 81 tahun, didiagnosis mengalami dugaan cedera tulang belakang.

Sementara itu, korban kedua adalah seorang perempuan berusia 71 tahun yang diduga kuat menderita patah tulang dasar tengkorak.

Baca Juga:  "Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan", Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Operasi medis udara yang menembus Kecamatan Lamba Leda Utara ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso.

Selain mengangkut korban kritis menuju rumah sakit rujukan, helikopter yang sama turut mengemban misi logistik.

Armada tersebut mendistribusikan bantuan presiden untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.

Dalam keterangan tertulisnya, pihak otoritas menegaskan bahwa operasi tanggap darurat pascagempa akan terus diintensifkan di seluruh wilayah terdampak.

Baca Juga:  Viral! Tak Kuat Lewati Jalan Rusak Parah, Pasien di Matim Meninggal Sebelum Tiba di RS

“Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara,” sebut pernyataan resmi dari Basarnas.

Langkah berkelanjutan tersebut diutamakan, lanjut pernyataan itu, “guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal.”

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17