Hari Ke-2 Gempa M 7,7 Nagekeo: Korban Tewas Jadi 48, Area Pencarian Diperluas

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat mencapai 48 orang hingga Minggu (16/8/2026) pagi.

Korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat mencapai 48 orang hingga Minggu (16/8/2026) pagi.

MBAY — Korban tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat mencapai 48 orang hingga Minggu (16/8/2026) pagi.

Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan mulai memperluas area pencarian usai berhasil menembus akses darat yang sempat terputus akibat longsor.

Berdasarkan data sementara yang divalidasi hingga pukul 08.30 WITA, total korban terdampak mencapai 112 orang.

Selain 48 korban meninggal dunia, sebanyak 64 warga dilaporkan mengalami luka berat dan ringan. Angka ini diprediksi masih dinamis seiring proses pendataan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca Juga:  Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyatakan pengerahan personel beserta Alat Utama (Alut) SAR telah dilanjutkan sejak pukul 06.00 WITA.

Pencarian hari kedua ini difokuskan di dua zona merah terdampak, yakni Kota Mbay di Nagekeo dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.

Fathur memastikan hambatan mobilitas tim evakuasi perlahan mulai teratasi.
“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” kata Fathur dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:  Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk

Dengan terbukanya urat nadi transportasi darat tersebut, Fathur menegaskan operasi pencarian kini bisa diakselerasi.

Tim SAR Gabungan langsung bergerak menyisir area yang sebelumnya terisolasi untuk menjangkau warga yang masih membutuhkan pertolongan.

“Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” imbuh Fathur.

Baca Juga:  Camat Lamba Leda Timur Benarkan Pasien Meninggal di Jalan Rusak yang Viral, Begini Kronologinya

Saat ini, prioritas tim di lapangan adalah percepatan evakuasi, penyisiran korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan, serta sinkronisasi data dengan berbagai unsur potensi SAR.

Mengingat kondisi geologis yang belum sepenuhnya stabil, otoritas kebencanaan mengimbau warga NTT untuk tetap tenang sekaligus waspada terhadap ancaman gempa susulan maupun longsoran baru.

Masyarakat juga diminta untuk hanya merujuk pada informasi dari saluran resmi pemerintah dan tidak termakan kabar burung.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17