BORONG — Camat Lamba Leda Timur, Rikardus Ronaldo Yasman, S.Sos., memberikan konfirmasi resmi terkait video viral seorang pasien yang meninggal dunia di atas mobil pikap saat melintasi jalan rusak di Manggarai Timur (Matim), Nusa TenggaraTimur (NTT).
Pria yang akrab disapa Aldo Yasman ini membenarkan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi di wilayah administratif yang dipimpinnya.
“Iya benar terjadi di wilayah Kecamatan Lamba Leda Timur, lokasinya di Rangkeng Desa Golo Lero, ruas jalan Deno-Pandang-Marang-Welu, jalan Kabupaten,” ujar Aldo Yasman dihubungi bajoupdate.com, Kamis (26/2/2026).
Aldo menjelaskan bahwa identitas pasien dalam video tersebut telah teridentifikasi dan benar merupakan warga setempat.
“Nama pasien YB. Alamat: Dusun Pandang, Desa Arus,” ungkapnya mengonfirmasi identitas warga tersebut.
Pihak Kecamatan Lamba Leda Timur pun mengaku telah mendapatkan pemberitahuan formal terkait insiden yang merenggut nyawa YB di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
“Kami sudah menerima laporan dari Kepala Desa Arus,” tambah Aldo singkat.
Mengenai kondisi infrastruktur yang dituding menjadi penyebab keterlambatan penanganan, Aldo memaparkan bahwa akses tersebut memang dalam kondisi memprihatinkan.
“Panjang jalan tersebut dari Desa Arus sampai ke puskesmas sekitar 4-5 km, kerusakannya seluruh ruas jalan, yang rusak parah sekitar 3-4 titik termasuk lokasi kejadian,” jelasnya.
Mirisnya, jalur yang dipenuhi lumpur dan bebatuan tersebut merupakan satu-satunya tumpuan harapan warga untuk mendapatkan layanan medis.
“Ini satu-satunya akses jalan ke faskes terdekat pertama (puskesmas),” kata Aldo Yasman.
Terkait kondisi medis pasien sebelum mengembuskan napas terakhir, Aldo menyampaikan laporan yang ia terima dari tingkat desa dan tenaga kesehatan (nakes).
“Menurut laporan Kades dan hasil konfirmasi dengan nakes, pasien ini sempat rawat nginap di Puskesmas Lawir tanggal 17-19 Februari 2026 kemudian pulang,” tuturnya.
Namun, kondisi kesehatan YB menurun drastis beberapa hari setelah meninggalkan puskesmas.
“Sejak hari Minggu tanggal 22 Februari 2026 kondisinya sudah tidak bisa makan, tidak BAK (Buang Air Kecil), perut membengkak dan kesadarannya menurun, jadi saat diantar ke puskesmas kondisinya demikian,” jelasnya lagi.
Saat ditanya mengenai durasi perjalanan yang terhambat akibat jalan rusak, Aldo mengaku hal tersebut sulit dipastikan secara matematis.
“Soal lama waktu normal perjalanan dari desa ke faskes tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait penggunaan mobil pikap terbuka dan bukan ambulans untuk mengevakuasi pasien, Aldo menyarankan agar hal itu ditanyakan langsung kepada pihak teknis kesehatan.
“Terkait penggunaan mobil pikap bukan mobil ambulans sebaiknya silakan konfirmasinya ke petugas puskesmas,” tutupnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan akun Facebook Ancyk Guanteng yang memperlihatkan detik-detik perjuangan sebuah mobil pikap hitam menembus jalan berlumpur.
Dalam video itu, pasien YB dilaporkan meninggal dunia sebelum sampai ke rumah sakit akibat guncangan hebat dan keterlambatan waktu di jalan yang rusak parah.
Pemilik akun, Ancyk, mengungkapkan kekecewaan mendalam kepada Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
“Lihat baik-baik pak Ande Agas Bupati Manggarai Timur yang terhormat, paman saya, keluarga saya meninggal dalam perjalanan gara-gara jalan yang sangat rusak parah,” kata Ancyk dengan menggunakan bahasa daerah Manggarai dalam video itu.
Hingga saat ini, video tersebut terus menuai simpati dan kemarahan ribuan warganet yang menuntut perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terhadap akses jalan dan fasilitas kesehatan di pelosok.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






