LABUAN BAJO — Instruksi pendataan ini datang langsung dari Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk tetap berkantor dan menyisir kerusakan hingga ke tingkat kampung.
Perintah tersebut disampaikan secara mendadak melalui grup WhatsApp Koordinasi Pimpinan Mabar.
Bupati Edi meminta para pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk memantau situasi dan membuat laporan berkala.
Sekda Mabar, Fransiskus Sales Sodo, segera merespons instruksi tersebut. Ia menugaskan para camat dan kepala dinas strategis untuk turun langsung memeriksa ketahanan fasilitas fisik pendukung.
Laporan awal hasil pemantauan mulai masuk melalui grup koordinasi dalam bentuk narasi, foto, serta video.
Berdasarkan laporan tersebut, kerusakan terparah sejauh ini menimpa Kantor Kecamatan Kuwus Barat.
Bangunan fasilitas pelayanan publik di Kuwus Barat itu dilaporkan roboh dan rata dengan tanah. Dinding bangunan hancur dan nyaris hanya menyisakan bagian atap.
Sementara itu, mayoritas gedung pemerintahan lainnya di wilayah Manggarai Barat dilaporkan mengalami retak-retak pada bagian dinding.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga memicu kepanikan warga di wilayah pesisir.
Camat Komodo, Marianto Martinus Irwandi, melaporkan sejumlah warganya berinisiatif mengungsi secara mandiri ke area perbukitan demi mengantisipasi potensi bahaya susulan.
Merespons masifnya laporan kerusakan tersebut, Bupati Edi mendesak jajarannya untuk segera merangkum data ke dalam dokumen tertulis.
Laporan tertulis ini dibutuhkan sebagai syarat administrasi. Menurut Edi, pemerintah pusat meminta data tersebut untuk segera menetapkan status bencana.
Hingga saat ini, Tim BPBD Kabupaten Manggarai Barat masih merekapitulasi total kerugian materiel sekaligus memastikan kondisi keselamatan warga.
Belum ada rilis resmi mengenai total korban jiwa maupun luka akibat gempa bermagnitudo besar ini.
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, belum bisa membeberkan data korban saat dikonfirmasi.
Theresia menyebut pihaknya masih melakukan rapat koordinasi darurat secara daring dengan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








