Gempa 7,7 M Guncang Flores, Bupati Mabar Instruksikan Sisir Kerusakan Sampai ke Desa

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah bangunan di wilayah itu rusak berat akibat guncangan dahsyat gempa bermagnitudo 7.7 yang berpusat di Nagekeo NTT, Sabtu 15 Agustus 2026.

Sejumlah bangunan di wilayah itu rusak berat akibat guncangan dahsyat gempa bermagnitudo 7.7 yang berpusat di Nagekeo NTT, Sabtu 15 Agustus 2026.

LABUAN BAJO Instruksi pendataan ini datang langsung dari Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk tetap berkantor dan menyisir kerusakan hingga ke tingkat kampung.

Perintah tersebut disampaikan secara mendadak melalui grup WhatsApp Koordinasi Pimpinan Mabar.

Bupati Edi meminta para pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk memantau situasi dan membuat laporan berkala.

Sekda Mabar, Fransiskus Sales Sodo, segera merespons instruksi tersebut. Ia menugaskan para camat dan kepala dinas strategis untuk turun langsung memeriksa ketahanan fasilitas fisik pendukung.

Baca Juga:  Skandal Surat Adat 1990 Terbongkar? Bareskrim Periksa Saksi Kunci Tanah Kerangan di Polres Mabar

Laporan awal hasil pemantauan mulai masuk melalui grup koordinasi dalam bentuk narasi, foto, serta video.

Berdasarkan laporan tersebut, kerusakan terparah sejauh ini menimpa Kantor Kecamatan Kuwus Barat.

Bangunan fasilitas pelayanan publik di Kuwus Barat itu dilaporkan roboh dan rata dengan tanah. Dinding bangunan hancur dan nyaris hanya menyisakan bagian atap.

Sementara itu, mayoritas gedung pemerintahan lainnya di wilayah Manggarai Barat dilaporkan mengalami retak-retak pada bagian dinding.

Baca Juga:  WTID dan IN-FLORES Perkuat Kapasitas Pelaku Pariwisata Wujudkan Destinasi Inklusif

Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga memicu kepanikan warga di wilayah pesisir.
Camat Komodo, Marianto Martinus Irwandi, melaporkan sejumlah warganya berinisiatif mengungsi secara mandiri ke area perbukitan demi mengantisipasi potensi bahaya susulan.

Merespons masifnya laporan kerusakan tersebut, Bupati Edi mendesak jajarannya untuk segera merangkum data ke dalam dokumen tertulis.

Laporan tertulis ini dibutuhkan sebagai syarat administrasi. Menurut Edi, pemerintah pusat meminta data tersebut untuk segera menetapkan status bencana.

Baca Juga:  Duka Goreng Meni, Mahasiswa Unpacti Makassar Kirim ‘Sentuhan Kasih’ untuk Korban Longsor

Hingga saat ini, Tim BPBD Kabupaten Manggarai Barat masih merekapitulasi total kerugian materiel sekaligus memastikan kondisi keselamatan warga.

Belum ada rilis resmi mengenai total korban jiwa maupun luka akibat gempa bermagnitudo besar ini.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, belum bisa membeberkan data korban saat dikonfirmasi.

Theresia menyebut pihaknya masih melakukan rapat koordinasi darurat secara daring dengan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak
9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17