Kucurkan Rp2,17 Miliar, Pemkab Manggarai Timur Rombak Total SDK Wano

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan batu pertama di SDK Wano dan di hadiri oleh wakil bupati Manggarai Timur.

Peletakan batu pertama di SDK Wano dan di hadiri oleh wakil bupati Manggarai Timur.

BORONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalokasikan dana sebesar Rp2,17 miliar untuk merevitalisasi Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wano.

Injeksi dana ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurai ketimpangan infrastruktur pendidikan dasar, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Proyek revitalisasi ini resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba Utara, pada Jumat (31/7/2026).

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, memimpin langsung agenda tersebut.

Peletakan batu pertama ini turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Winsensius Tala, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta warga setempat.

Rombak Total Fasilitas Fisik

Berdasarkan data Pemkab, anggaran tepatnya senilai Rp2.176.643.376 tersebut disalurkan melalui Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga:  Dilantik Muhaimin, Sewargading Ditarget Bawa PKB Manggarai Barat Menang di 2029

Dana miliaran rupiah ini tidak hanya digunakan untuk perbaikan ruang kelas. Pekerjaan fisik mencakup rehabilitasi total tujuh ruang belajar dan renovasi gedung perpustakaan.

Selain itu, anggaran dialokasikan untuk membangun ruang administrasi, satu unit rumah dinas guru, toilet terpisah bagi siswa dan guru, penataan lapangan upacara, hingga penyediaan sarana air bersih yang memadai.

Pendekatan Swakelola Sasar Kemandirian Warga

Menariknya, pelaksanaan proyek miliaran ini tidak diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga, melainkan menggunakan mekanisme swakelola.

Kepala SDK Wano, Paulus Hamu, menjelaskan bahwa sistem swakelola ini melibatkan unsur sekolah dan masyarakat desa setempat.

Kepala sekolah SDK Wano Paulus Hamu memberikan apresiasi kepada terhadap pemerintah pusat,dan pemerintah daerah atas dapatnya revitalisasi di SDK Wano.

Pendekatan ini dinilai tidak sekadar mempercepat proses pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan memupuk rasa memiliki (sense of belonging) di tengah masyarakat terhadap fasilitas pendidikan di desa mereka.

Baca Juga:  WTID dan IN-FLORES Perkuat Kapasitas Pelaku Pariwisata Wujudkan Destinasi Inklusif

Paulus memandang revitalisasi ini lebih dari sekadar perbaikan gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk mutu pendidikan di wilayahnya.

“Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujar Paulus.

Ia berharap seluruh pengerjaan fisik dapat rampung sesuai tenggat waktu.

Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni adalah syarat mutlak untuk melahirkan generasi yang disiplin dan berdaya saing.

Baca Juga:  BPN Mabar Disemprot Massa: Badan Pertanahan atau Badan Pertahanan Investor?

Janji Pemerataan di Daerah 3T

Di sisi lain, Wakil Bupati Tarsisius Sjukur menekankan bahwa perbaikan fisik sekolah merupakan komitmen esensial pemerintah daerah untuk menciptakan ruang belajar yang aman.

Tarsisius mengklaim pembangunan infrastruktur pendidikan di Manggarai Timur dilakukan secara bertahap. Intervensi anggaran diberikan dengan menimbang skala prioritas dan urgensi masing-masing sekolah.

Ke depan, ia menargetkan program revitalisasi semacam ini dapat memperluas daya jangkaunya ke sekolah-sekolah lain di Manggarai Timur yang kondisinya masih memprihatinkan.

“Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Tarsisius.

Pemerintah berharap wajah baru SDK Wano usai revitalisasi nanti dapat menjadi percontohan bagi sekolah dasar lainnya di daerah 3T dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang layak dan modern.

Penulis : Nalljehaut

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja
Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang
Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!
Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai
Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Kawal Hak Suara Warga Sakit, Panitia Pilkades Desa Gorontalo Mabar Datangi Rumah ke Rumah
Jelang Coblosan Pilkades Mabar: 524 Aparat Turun, Penggunaan Senpi Dibatasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04

Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57

Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31

Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Rabu, 30 September 2026 - 11:55

Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori

Berita Terbaru