LABUAN BAJO — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, membantah tudingan bahwa pemerintah memangkas besaran Dana Desa pada tahun ini.
Ia berdalih anggaran tersebut tidak dikurangi, melainkan dialihkan pengelolaannya. Muara pengalihan dana tersebut adalah program penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Dana desa itu enggak dipotong, dialihkan untuk koperasi, enggak dipotong,” kata Yandri usai meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (30/7/2026) sore.
Pernyataan tersebut merupakan respons atas keluhan mengenai minimnya anggaran yang kini dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa.
Di lapangan, sejumlah desa dilaporkan hanya mengelola anggaran sekitar Rp300 juta per tahun.
Angka tersebut dinilai terlampau kecil untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar pedesaan, khususnya di wilayah dengan fasilitas minim seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat ditanya mengenai nasib pembangunan infrastruktur desa di tengah menyusutnya anggaran yang dipegang kepala desa, Yandri menyebut pemerintah pusat akan mengambil alih melalui kerja sama lintas lembaga.
“Nanti untuk urusan desa kita kerja sama juga dengan TNI Angkatan Darat, tuntaskan jembatan dan air bersih,” ujar Yandri.
Selain pelibatan militer dalam urusan sipil pedesaan, ia juga menyinggung adanya rencana program kolaborasi antara kementeriannya dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Ada cara lain kita menyelesaikan itu,” tambahnya singkat.
Namun, Yandri enggan menjelaskan lebih jauh mengenai teknis pelaksanaan infrastruktur tersebut maupun rincian proporsi Dana Desa yang kini disedot oleh program koperasi.
Usai melontarkan pernyataan yang menggantung tersebut, Yandri langsung bergegas membalikkan badan, berjalan masuk ke dalam mobil yang ditumpanginya, dan meninggalkan lokasi.
Dalam kunjungan kerja di Warloka tersebut, Yandri tidak hadir sendirian. Ia didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, serta Anggota DPR RI Ahmad Yohan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







