‘Tidak Ada Toleransi untuk Aksi Anarkis’: Peringatan Keras Polisi Usai Kerusuhan Lahan di Mabar

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal terhadap beberapa unit kendaraan mobil pikap, Rabu (29/7) pagi. Lokasi ini berada di tidak jauh dari Dusun Rangko, Kecamatan Boleng.

Saat Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal terhadap beberapa unit kendaraan mobil pikap, Rabu (29/7) pagi. Lokasi ini berada di tidak jauh dari Dusun Rangko, Kecamatan Boleng.

LABUAN BAJO Bentrokan terbuka yang berujung pada pembakaran kendaraan pecah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (29/07) pagi, imbas sengketa lahan antarwarga.

Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menyatakan telah menerjunkan pasukan gabungan untuk menyekat ratusan massa dan meredam aksi anarkis di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng.

Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 06.30 Wita. Dua kelompok massa, yang diidentifikasi polisi sebagai kubu Rareng dan kubu Mbehal, saling berhadapan di lokasi lahan yang disengketakan.

Saat Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal di Lengkong Warang, Rabu (29/7) pagi. Lokasi ini berada di tidak jauh dari Dusun Rangko, Kecamatan Boleng.

Adu mulut antara kedua belah pihak dengan cepat berubah menjadi kontak fisik.
Massa yang tersulut emosi kemudian melakukan perusakan dan membakar kendaraan milik warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga:  Kasus Viral Nasabah Dipermalukan, Pengacara: Angka Utang Berubah-ubah

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dari Satuan Samapta, Intelkam, dan Reskrim begitu menerima laporan darurat terkait eskalasi massa.

Baca Juga:  Sekda Manggarai Barat Sebut 95 Persen Wisatawan Menumpuk di Laut, Daratan Masih Sepi

“Saat ini situasi di lokasi bentrokan berangsur dapat kita kendalikan, meski personel tetap disiagakan dalam status siaga ketat,” ujar Christian kepada wartawan, Rabu siang.

Christian memperingatkan secara keras kepada kedua kubu agar segera menahan diri dan menghentikan pengerahan massa.

Ia menegaskan, urusan sengketa hak atas tanah harus diselesaikan lewat jalur hukum yang sah, baik itu pengadilan maupun mediasi resmi, bukan dengan jalan kekerasan.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aksi main hakim sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  'Kami Tak Ingin Kecolongan': Detik-detik Polisi Bekuk Pembawa Sabu di Pelabuhan Labuan Bajo

“Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, perusakan barang, maupun mengompori massa hingga terjadi kekerasan, akan kami proses hukum secara tegas,” lanjutnya.

Saat Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal terhadap beberapa unit kendaraan mobil pikap, Rabu (29/7) pagi. Lokasi ini berada di tidak jauh dari Dusun Rangko, Kecamatan Boleng.

Saat ini, Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal.

Polisi tengah mengumpulkan barang bukti sekaligus menginventarisasi total kerugian material maupun potensi adanya korban akibat kerusuhan tersebut.

Guna mencegah meletusnya bentrokan susulan, kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah menyusun jadwal mediasi yang akan mempertemukan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.

Hingga berita ini diturunkan, satu peleton pasukan siaga gabungan telah ditempatkan secara penuh di sejumlah titik rawan di Desa Tanjung Boleng untuk menjamin stabilitas keamanan warga.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Niat Hati Lapor Pengeroyokan, Karolina Malah Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Ruang Komisioner KPU Mabar Digeledah Jaksa Usut Dugaan Korupsi Pilkada 2024
Ketua PSSI Mabar Dukung Pelatih Komodo United Dipidana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Kamis, 10 September 2026 - 13:04

Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Selasa, 8 September 2026 - 21:22

Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat

Berita Terbaru

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26