LABUAN BAJO — Bentrokan terbuka yang berujung pada pembakaran kendaraan pecah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (29/07) pagi, imbas sengketa lahan antarwarga.
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menyatakan telah menerjunkan pasukan gabungan untuk menyekat ratusan massa dan meredam aksi anarkis di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng.
Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 06.30 Wita. Dua kelompok massa, yang diidentifikasi polisi sebagai kubu Rareng dan kubu Mbehal, saling berhadapan di lokasi lahan yang disengketakan.

Adu mulut antara kedua belah pihak dengan cepat berubah menjadi kontak fisik.
Massa yang tersulut emosi kemudian melakukan perusakan dan membakar kendaraan milik warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dari Satuan Samapta, Intelkam, dan Reskrim begitu menerima laporan darurat terkait eskalasi massa.
“Saat ini situasi di lokasi bentrokan berangsur dapat kita kendalikan, meski personel tetap disiagakan dalam status siaga ketat,” ujar Christian kepada wartawan, Rabu siang.
Christian memperingatkan secara keras kepada kedua kubu agar segera menahan diri dan menghentikan pengerahan massa.
Ia menegaskan, urusan sengketa hak atas tanah harus diselesaikan lewat jalur hukum yang sah, baik itu pengadilan maupun mediasi resmi, bukan dengan jalan kekerasan.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aksi main hakim sendiri,” tegasnya.
“Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran, perusakan barang, maupun mengompori massa hingga terjadi kekerasan, akan kami proses hukum secara tegas,” lanjutnya.

Saat ini, Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal.
Polisi tengah mengumpulkan barang bukti sekaligus menginventarisasi total kerugian material maupun potensi adanya korban akibat kerusuhan tersebut.
Guna mencegah meletusnya bentrokan susulan, kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah menyusun jadwal mediasi yang akan mempertemukan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.
Hingga berita ini diturunkan, satu peleton pasukan siaga gabungan telah ditempatkan secara penuh di sejumlah titik rawan di Desa Tanjung Boleng untuk menjamin stabilitas keamanan warga.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







