LABUAN BAJO — Sektor pariwisata masih menjadi magnet utama investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat nilai realisasi investasi tahun 2025 kini menembus angka Rp 1,88 triliun.
Pencapaian ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang Rp 1,75 triliun atau sekitar 93,3 persen dari total investasi.
Sementara itu, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 126,22 miliar atau setara 6,7 persen.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Manggarai Barat, Maria Imaculata Babur menjelaskan, angka-angka ini dihimpun berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang wajib diisi oleh pelaku usaha.
“Data ini menyajikan nilai investasi yang sudah dikeluarkan, serapan tenaga kerja, hingga kegiatan CSR perusahaan,” ujarnya di Labuan Bajo, Rabu 28 Januari 2026.
Sektor hotel dan restoran menempati urutan teratas dengan nilai investasi mencapai Rp 1,62 triliun.
Salah satu proyek raksasa yang tengah berjalan adalah pembangunan Hotel Nava milik PT Bangun Loka Indah di kawasan Waicicu.
Investasi untuk hotel ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,21 triliun.
Saat ini, proyek Hotel Nava masih dalam tahap konstruksi dan belum beroperasi secara komersial.
Untuk investasi yang sudah masuk tahap produksi atau operasional, PT Plataran Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar.
Selain perhotelan, sektor jasa lainnya menempati posisi kedua dengan realisasi sebesar Rp 93,16 miliar.
Menyusul di posisi ketiga adalah sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp 72,68 miliar.
Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi berada di posisi keempat dengan capaian Rp 49,53 miliar.
Peringkat kelima ditempati oleh sektor perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp 13,63 miliar.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






