Mencekam Massa Dua Kubu di Ruteng Nyaris Bentrok Fisik

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO —Screenshot dari video milik akun facebook @Marselin Samsun Koten

FOTO —Screenshot dari video milik akun facebook @Marselin Samsun Koten

RUTENG – Nyaris terjadi perang tanding, massa dua kubu, yakni Gendang Bung Kaca dan Bung Leko, terlibat ketegangan hebat yang hampir berujung bentrok fisik di wilayah Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (16/3/2026).

Dalam potongan video pendek yang viral di media sosial, terekam suasana mencekam di jalanan. Terlihat massa dari kedua kubu sudah saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.

Warga tampak menenteng berbagai jenis senjata tajam seperti parang panjang (kope dalam bahasa setempat). Suara teriakan provokasi dan tantangan terdengar riuh dari kedua belah pihak yang emosinya sudah memuncak.

FOTO —Screenshot dari video milik akun facebook @Marselin Samsun Koten

Di tengah kepungan massa bersenjata tersebut, terlihat sejumlah aparat kepolisian berdiri sebagai pembatas.

Baca Juga:  Tiga Kepala Keluarga di Cibal Barat Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran

Tampak seorang personel kepolisian sampai berlutut di tengah kerumunan warga, memohon dengan sangat agar warga menurunkan senjata tajam dan tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa berujung maut.

Ketegangan antara warga ini diduga kuat dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang belum terselesaikan.

Aparat dari Polres Manggarai segera bersiaga di lokasi guna mencegah pecahnya aksi “ra’up” atau perang tanding antar-kelompok warga tersebut.

FOTO —Screenshot dari video milik akun facebook @Marselin Samsun Koten

Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, turun langsung ke lokasi memimpin personel untuk meredam situasi yang sudah memanas.

AKBP Levi Defriansyah menjelaskan bahwa pihaknya melakukan respon cepat setelah menerima informasi terkait pergerakan massa di lokasi sengketa.

“Begitu menerima informasi, saya bersama jajaran langsung bergerak ke lokasi untuk mencegah bentrokan. Kami mengedepankan pendekatan humanis agar warga bisa tenang,” ujar AKBP Levi Defriansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3).

Baca Juga:  Diduga Terlilit Utang Koperasi, Petani di Manggarai Nekat Gantung Diri

Ia membenarkan adanya momen personelnya yang berlutut demi menyentuh hati nurani warga yang sedang tersulut emosi.

“Kami berupaya melakukan negosiasi secara humanis. Personel kami di lapangan bahkan ada yang berlutut meminta warga menahan diri demi keselamatan bersama,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan agar persoalan sengketa tanah ini dikembalikan pada jalur yang semestinya, bukan dengan kekerasan.

“Kami meminta kedua pihak mempercayakan keamanan kepada Polri. Jangan ada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat sendiri,” tegas AKBP Levi.

Ia mengimbau agar persoalan agraria ini diselesaikan melalui musyawarah mufakat atau mekanisme hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

“Selesaikanlah lewat jalur hukum atau musyawarah, jangan sampai berkembang menjadi konflik terbuka yang memecah persaudaraan kita di Manggarai,” tambahnya.

Setelah dialog yang cukup alot, massa dari kedua belah pihak akhirnya bersedia mundur dan kembali ke rumah masing-masing.

Warga dikawal ketat oleh personel Polres Manggarai hingga sampai ke rumah gendang masing-masing untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.

Saat ini, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai dan Satpol PP juga turut membantu proses mediasi di masing-masing kubu.

Meskipun massa sudah membubarkan diri, personel Polres Manggarai masih tetap disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya provokasi susulan.

Penulis : Ofantri Nero

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Workshop Bambu Masuk Sekolah Warnai Peringatan Hari Anak Nasional di Nagekeo
Kecelakaan Xpander vs Pikap di Merombok, Korban Dilarikan ke RS
Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo
Dua Tahun BERES KIS: Siasat Puskesmas Lawir Atasi Penundaan Berobat Warga di 11 Desa
PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata
Soal Skema PLN Tagih Utang Lewat Mati Meteran Listrik, DPRD Desak Bupati Segera Turun Tangan
APBD Habis untuk Birokrasi, DPRD Manggarai Barat Diminta Tak Asal Ketok Palu KUA-PPAS 2027
Dana PIP Siswa SMK Golo Mori Akhirnya Dikembalikan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:01

Workshop Bambu Masuk Sekolah Warnai Peringatan Hari Anak Nasional di Nagekeo

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:19

Kecelakaan Xpander vs Pikap di Merombok, Korban Dilarikan ke RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:06

Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:04

Dua Tahun BERES KIS: Siasat Puskesmas Lawir Atasi Penundaan Berobat Warga di 11 Desa

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:51

PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata

Berita Terbaru

Apotek K-24, resmi membuka gerai barunya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

News

Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:06

Saat tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah daerah setempat meninjau pengerjaan terakhir jalan tersebut yang berada di Kampung Lembah, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Rabu (22/7/2026).

Infrastruktur

Pengerjaan Jalan Lingkar Utara Flores Tahun Ini 10 Kilometer

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:45