Krisis BBM Guncang Labuan Bajo, Harga Eceran Mencekik hingga Respons Cepat Pertamina

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi antrean panjang di SPBU Sernaru Labuan Bajo pada Senin (4/5/2026), sejumlah sopir mengeluh akibat kesulitan mendapatkan BBM.

Kondisi antrean panjang di SPBU Sernaru Labuan Bajo pada Senin (4/5/2026), sejumlah sopir mengeluh akibat kesulitan mendapatkan BBM.

LABUAN BAJO Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sempat melumpuhkan aktivitas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, direspons PT Pertamina dengan menyuplai ratusan kiloliter BBM melalui jalur laut.

Langkah mitigasi ini diambil usai kelangkaan BBM memicu antrean kendaraan hingga 600 meter dan menghentikan total sektor konstruksi di kawasan pariwisata super premium tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kapal pengangkut BBM telah bersandar di Fuel Terminal Reo pada Rabu (06/05).

Kapal tersebut membawa muatan 400 kiloliter (KL) Pertamax, 250 KL Pertalite, dan 500 KL Biosolar untuk menutupi kebutuhan masyarakat di wilayah Manggarai Barat.

Baca Juga:  Komodo Padar Tour Offers Rural Flores Itinerary as Island Trip Alternative

“Kami memprioritaskan distribusi ke SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi tinggi. Kami berharap dengan langkah ini, kondisi di SPBU dapat segera membaik dan antrean kembali normal,” ujar Ahad kepada bajoupdate.com, Rabu siang (6/5).

Krisis pasokan energi ini mulai dirasakan masyarakat usai Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi pada Senin (04/05).

Di wilayah NTT, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.350, Dexlite Rp26.600, dan Pertamina Dex tercatat di angka Rp28.500 per liter.

Meski harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan, pasokan kedua jenis bahan bakar tersebut mendadak sulit ditemukan di pasaran.

Akibatnya, antrean kendaraan mengular secara merata di sejumlah titik, termasuk SPBU Pasar Baru, Gorontalo, Sernaru, hingga SPBU Merombok.

Baca Juga:  TNK Dinobatkan Jadi Runner-Up Terindah di Dunia, Meruorah Siapkan 'Luxury Getaway' Kelas Kakap

Sejumlah pengemudi angkutan bahkan dilaporkan terpaksa menginap di dalam kendaraan mereka sejak Senin (04/05), demi menunggu kepastian pasokan yang tak kunjung tiba.

Di tingkat pengecer, kelangkaan ini memicu lonjakan harga yang ekstrem.
BBM jenis Pertalite yang dikemas dalam setengah botol air mineral dijual di sepanjang pinggir jalan Labuan Bajo di kisaran harga Rp25.000 hingga Rp30.000. Harga ini melonjak jauh di atas harga eceran resmi pemerintah.

Situasi krisis ini juga memukul telak roda ekonomi daerah, terutama sektor industri dan konstruksi lokal.

Baca Juga:  Tragedi Ngada: Luka Pendidikan NTT, Hasanudin Sebut "Negara Gagal Hadir di Tas Sekolah Anak"

Sejumlah pengusaha terpaksa menghentikan operasional alat berat mereka di berbagai lokasi proyek karena ketiadaan bahan bakar.

Seorang pengusaha konstruksi di Labuan Bajo, yang enggan disebutkan namanya, mengaku perusahaannya tidak lagi mampu menanggung lonjakan biaya operasional harian.

“Sementara ini kami tidak berbelanja untuk kebutuhan operasional,” ungkapnya.

Ia memastikan operasional proyek akan terus dihentikan hingga situasi distribusi energi di wilayah tersebut kembali normal.

Menghadapi kondisi ini, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan.

Pertamina juga meminta masyarakat untuk segera melapor ke pusat kontak Pertamina di nomor 135 jika menemukan adanya pelanggaran di SPBU.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Representasi Kaum Muda, Bona Jasman Siap Bertarung di Pilkades Watu Manggar
Digugat Pemkab, Enam Sertifikat Hak Milik di Labuan Bajo Dibatalkan PTUN Kupang
Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek
Pesan Damai dan ‘Politik 3D’ Menggema di Rumah Gendang Jelang Pilkades Lewat
Pilkades Gorontalo: Enam Calon Berebut Lima Kuota, Itho Sulu Unjuk Kekuatan Lintas Suku
WTID dan IN-FLORES Perkuat Kapasitas Pelaku Pariwisata Wujudkan Destinasi Inklusif
MotoGP Mandalika 2026 Siap Digelar, Indonesia Bidik Sorotan Dunia
500 Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Komodo, Polres Manggarai Barat Curi Perhatian Wisatawan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:57

Representasi Kaum Muda, Bona Jasman Siap Bertarung di Pilkades Watu Manggar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:30

Digugat Pemkab, Enam Sertifikat Hak Milik di Labuan Bajo Dibatalkan PTUN Kupang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:07

Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:48

Pesan Damai dan ‘Politik 3D’ Menggema di Rumah Gendang Jelang Pilkades Lewat

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:22

WTID dan IN-FLORES Perkuat Kapasitas Pelaku Pariwisata Wujudkan Destinasi Inklusif

Berita Terbaru