BPTNKPS Dorong Sinkronisasi Regulasi Keselamatan di Labuan Bajo

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pelaku pariwisata Labuan Bajo, Getrudis, tengah menyoroti kebijakan BTNK terkait pemberlakuan 1000 kuota wisatawan ke TNK per hari. (FOTO –BajoUpdate)

Salah satu pelaku pariwisata Labuan Bajo, Getrudis, tengah menyoroti kebijakan BTNK terkait pemberlakuan 1000 kuota wisatawan ke TNK per hari. (FOTO –BajoUpdate)

LABUAN BAJO – Badan Peduli Taman Nasional Komodo dan Perairan Sekitarnya (BPTNKPS) menggelar rapat koordinasi multistakeholder terkait keselamatan pariwisata di Labuan Bajo, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Green Prundi, Kabupaten Manggarai Barat. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi demi meningkatkan standar keamanan bagi para wisatawan.

Ketua BPTNKPS, Pater Marselinus Agot, SVD, menilai situasi keamanan saat ini kurang kondusif. Hal ini disebabkan oleh rentetan peristiwa kapal tenggelam yang kerap berulang di perairan tersebut.

“Situasi kita kurang kondusiflah, ya, dengan peristiwa kapal tenggelam, dan kapal tenggelam ini kan bukan pertama, ini sudah kesekian ya,” ujar Pater Marsel di sela-sela rapat.

Baca Juga:  Buntut Tewasnya Dua Turis Austria, DPRD Desak Evaluasi Total Pariwisata Labuan Bajo
Ketua BPTNKPS, Pater Marselinus Agot, SVD, saat diwawancarai awak media, Rabu (18/2/2026)

Pater Marsel menyayangkan lemahnya koordinasi antarinstansi selama ini. Menurutnya, ego sektoral masih terasa kuat, baik dalam hubungan vertikal maupun horizontal.

“Dan lagi-lagi selama ini kan saya lihat koordinasi sangat lemah antar berbagai stakeholder, termasuk misalnya antara yang vertikal dan horizontal,” tegasnya.

Ia berharap melalui pertemuan ini, komunikasi antarpihak dapat mencair. Jika komunikasi berjalan baik, maka berbagai persoalan keselamatan di lapangan akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Pater Marsel menekankan agar lembaga seperti BMKG, KSOP, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan maksimal. Sinergi ini dianggap kunci utama perbaikan pariwisata.

Baca Juga:  Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

“Lalu dengan ini juga supaya setiap bagian itu dia jalankan tugas dengan baik; BMKG, kemudian KSOP, Perhubungan, kemudian polisi dan sebagainya,” tambah Pater Marsel.

Selain peran lembaga teknis, ia juga menyoroti peran penting media massa dalam mendukung situasi yang aman. Media diharapkan tetap independen dan akurat dalam menyajikan informasi.

“Dan di sini peran dari media massa sangat dibutuhkan. Media massa betul harus jadi betul independen. Kalau independen maka mereka tidak boleh beri opini, mereka tampung semua suara dari berbagai pihak,” tuturnya.

Baca Juga:  Rakornas 2026: Upaya BPOLBF dorong investasi pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo

Ia menyebutkan bahwa fungsi dari media massa sangat penting sebagai informasi, edukasi, kontrol, dan ekonomi.

“Kalau ini dijalankan baik, informasi memberi informasi yang tepat, lalu akurasi sangat dibutuhkan. Kalau ini jalan saya terus yakin situasi kita makin hari makin lebih baik. Kira-kira itu ya,” katanya.

Pantauan bajoupdate.com di lokasi, suasana diskusi berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Para peserta tampak antusias memberikan masukan kritis terkait draf kesepakatan keselamatan yang dipaparkan.

Rapat ini dihadiri oleh lintas sektoral mulai dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, perwakilan Kementerian, otoritas pelabuhan, hingga asosiasi pelaku pariwisata.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17