LABUAN BAJO – Di tengah dinamika pembangunan Labuan Bajo, nama Marianus Yono Jehanu atau yang akrab disapa Om Yono muncul sebagai figur pemimpin yang unik dan penuh totalitas.
Kepala Desa Batu Cermin ini tak hanya dikenal sebagai pejabat desa, namun juga sebagai sosok yang rela berkorban demi martabat desa dan masa depan generasi muda.
Salah satu prestasi monumental yang membekas di hati warga adalah pembangunan Kantor Desa Batu Cermin.
Gedung yang kini berdiri megah dan representatif itu menjadi saksi bisu pengabdiannya yang tak tanggung-tanggung.
Kades Yono diketahui rela mengeluarkan dana dari kocek pribadinya untuk memastikan pembangunan kantor tersebut tuntas dan layak digunakan.
Baginya, kantor desa adalah wajah pelayanan masyarakat yang harus memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi warga.

Namun, pengabdian Yono tidak berhenti di urusan administrasi pemerintahan semata.
Darah olahraganya mengalir deras, terutama dalam kecintaannya pada dunia si kulit bundar.
Kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Manggarai Barat, Yono membawa semangat baru bagi dunia sepak bola lokal.
Menariknya, ia bukan tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja atau sekadar hadir di laga-laga elit.
Yono dikenal sangat aktif mendukung setiap gelaran turnamen sepak bola antar kampung (Tarkam), baik di tingkat desa maupun kecamatan.
Setiap kali ada laga Tarkam, sosok Yono hampir selalu hadir memberikan dukungan, baik secara moral maupun materiil bagi panitia dan para pemain.
Ia meyakini bahwa dari lapangan-lapangan kecil di pelosok desa inilah, bibit-bibit pemain besar Manggarai Barat akan lahir.

Kehadirannya di tengah keriuhan suporter Tarkam menunjukkan kedekatannya yang tanpa sekat dengan masyarakat arus bawah.
Di sisi lain, jiwa humanis Yono juga terus terpancar melalui berbagai aksi kemanusiaan yang nyata.
Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, Kades Yono kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membantu seorang anak bernama Geri.
Tanpa menunggu lama, Yono turun tangan langsung menyatakan kesanggupannya untuk membiayai sekolah Geri ke jenjang SMA, lantaran sebelumnya Geri sempat terhenti.
Geri mengaku ingin melanjutkan sekolah ke SMK Negeri 1 Komodo dengan mengambil jurusan Tata Boga agar bisa membantu ekonomi keluarga.

Tak hanya soal pendidikan Geri, Kades Yono juga memberikan solusi bagi kakak Geri yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap agar bisa bekerja di kantornya.
Geri, yang bercita-cita ingin menjadi polisi ini, sebelumnya juga sempat viral saat bertemu dengan politisi nasional Deddy Mulyadi (KDM) di Labuan Bajo.
Saat itu, KDM yang tengah melintas tak sengaja bertemu Geri dan memberikan bantuan uang tunai agar remaja tersebut bisa terus melanjutkan sekolahnya.
Bagi warga Batu Cermin, aksi sosial seperti ini bukanlah hal baru bagi sang kades.
Ia seringkali menjadi orang pertama yang hadir saat warganya mengalami kesulitan kesehatan atau masalah sosial lainnya.

Yono seolah tidak pernah kehabisan energi untuk membagi waktunya antara urusan birokrasi, sepak bola, dan kegiatan sosial.
Kepemimpinannya adalah kombinasi antara ketegasan seorang manajer dan kelembutan hati seorang pelayan masyarakat.
Kini, di bawah nakhodanya sebagai Ketua PSSI Mabar, publik menaruh harapan besar agar sepak bola Manggarai Barat bisa terbang lebih tinggi.

Marianus Yono Jehanu telah membuktikan bahwa jabatan adalah ladang pengabdian yang tak terbatas pada aturan formal.
Kerja nyata, pengorbanan pribadi, dan kepedulian pada sesama telah menjadikannya sosok pemimpin muda yang inspiratif di bumi komodo.
Jejak langkahnya di Desa Batu Cermin dan lapangan hijau akan terus menjadi cerita tentang kepemimpinan yang melayani dengan hati.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






