LABUAN BAJO – Kepala Dinas Terhalang banjir akibat sungai meluap di wilayah Dusun Lo’ok, Kampung Lo’ok, Desa Golo Mori, Senin (9/3/2026).
Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat, Yohanes Hani mengaku pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi robohnya SDI Ra’ong yang berlokasi di Golo Mori tersebut.
Namun, setibanya di Sungai Wae Mese, rombongan tidak bisa lewat, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sungai yang berada tepat di Kampung Lo’ok tersebut meluap hebat setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu.

Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah tersebut.
“Kami tadi ke sana, hanya belum bisa tembus karena banjir. Tapi dari informasi gedung yang roboh adalah gedung tua yang memang sudah rusak, kecuali ada satu ruang yang masih dipakai, detailnya akan kami infokan besok,” kata Yohanes Hani.
Ia menambahkan, selama ini gedung tersebut memang sudah tidak difungsikan secara rutin untuk kegiatan belajar mengajar.
“Selama ini memang tidak digunakan lagi untuk ruang belajar, kecuali untuk pertemuan orang tua, tempat penyimpan barang dan sesekali untuk olahraga tenis meja. Detail akan kami sampaikan,” tegasnya.
Kesulitan akses ini dibenarkan oleh Sukar, salah satu pemuda Golo Mori. Ia melihat langsung tim dari Dinas PKO terhenti di pinggir sungai.
“Tadi sempat mau turun tapi tidak bisa lewat karena sungai Wae Mese meluap di Dusun Lo’ok, Kampung Lo’ok,” kata Sukar.
Menurutnya, jika hujan besar melanda, kendaraan memang mustahil bisa melintas. Tim dinas rencananya akan kembali meninjau lokasi pada Selasa besok.
Sebelumnya, Gedung SDI Ra’ong di Desa Golo Mori dilaporkan roboh total pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WITA.
Bangunan sekolah itu luluh lantah diterjang angin kencang yang disertai hujan lebat.
Dalam rekaman video yang beredar, kondisi sekolah tampak memprihatinkan dan rata dengan tanah.
Atap seng terlepas berserakan, sementara tiang-tiang kayu penyangga bangunan patah tak tersisa.
Ratusan fasilitas belajar seperti kursi dan meja kayu berwarna merah dan hijau tampak tertimbun puing-puing bangunan.
Sejumlah siswa yang tiba di lokasi hanya bisa terpaku menatap ruang kelas mereka yang kini hancur berantakan.
Beruntung, musibah ini terjadi saat fajar sebelum jam pelajaran dimulai, sehingga tidak ada korban jiwa.
PLT Kepsek SDI Ra’ong, Abdul Asmin membenarkan peristiwa bencana alam yang menimpa sekolahnya tersebut.
“Kejadiannya pukul 05.00 pagi setelah sholat subuh, alamat Ra’ong Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, lembaga SD Inpres Ra’ong, angin kencang disertai hujan lebat,” ujar Abdul Asmin.
Ia merincikan, gedung yang roboh terdiri dari tiga ruangan belajar siswa dan satu ruangan inventaris.
Selain itu, fasilitas MCK atau WC untuk guru dan siswa juga rusak parah tertimpa material bangunan.
“Tidak ada korban jiwa, beruntung kejadiannya sebelum anak-anak tiba di sekolah pagi tadi,” pungkas Abdul.
Hingga saat ini, aktivitas di SDI Ra’ong tetap berjalan, sembari menunggu penanganan cepat dari pemerintah daerah.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






