BORONG – Sebuah video memilukan mendadak viral di jagat media sosial Facebook dan memicu gelombang kemarahan netizen.
Video tersebut memperlihatkan seorang pasien asal Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Mirisnya, nyawa pasien tersebut tidak tertolong diduga akibat kondisi jalan yang rusak parah dan belum tersentuh aspal.
Dalam video tersebut, pasien tampak diangkut menggunakan mobil pikap berwarna hitam melewati jalur yang dipenuhi lumpur dan bebatuan besar.
Kendaraan terlihat sangat bersusah payah merangkak di medan yang sulit, hingga akhirnya pasien mengembuskan napas terakhir sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Pemilik akun Facebook bernama @Ancyk Guanteng tak mampu membendung emosinya melihat kejadian tragis yang menimpa keluarganya tersebut.
Melalui unggahannya, Ancyk meluapkan kekecewaan mendalam yang ditujukan langsung kepada Bupati Matim, Andreas Agas.
“Minta maaf gew amang ini sudah melebihi kemampuan daku selamat jalan amang ,” tulis Ancyk disertai emotikon sedih.
Tak hanya itu, Ancyk juga menyebutkan kalimat dalam bahasa daerah Manggarai yang bernada protes keras terhadap orang nomor satu di Matim tersebut.
“Lelo di’a le hau ew Ande Agas Bupati Manggarai Timur yang terhormat, amang daku, keluarga daku mata one salang gara-gara salang hok tema te jari bail, lelo. Mata kat one salang daku amang leso ho lelo,” ungkapnya.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut berarti: “Lihat baik-baik pak Ande Agas Bupati Manggarai Timur yang terhormat, paman saya, keluarga saya meninggal di tengah perjalan gara-gara kondisi jalan yang sangat rusak parah,. Meninggal di jalan paman saya hari ini.”
Unggahan memilukan ini langsung diserbu ratusan komentar dari warganet yang merasa prihatin sekaligus geram.
Akun @Yeyin Mantolas menuliskan keprihatinannya atas prioritas pembangunan di Manggarai Timur.
“Prihatin sekali Manggarai Timur. Kenapa Pemkab Matim tidak prioritaskan jalan dengan kesehatan. Dari dulu itu-itu saja,” tulisnya.
Sementara itu, akun @Rick Juniarto justru menyoroti rekam jejak kepemimpinan sebagai pelajaran bagi masyarakat dalam memilih pemimpin.
“Kalau 5 tahun sebelumnya tidak ada kemajuan, pilih pemimpin baru. Dengan adanya kejadian ini sebagai pelajaran untuk kita semua kalau pilih pemimpin lihat dulu rekam jejaknya,” komentarnya.
Di sisi lain, akun @Georgia Giio mengingatkan bahwa peran Pemerintah Desa juga sangat krusial dalam melaporkan kondisi infrastruktur ke tingkat kabupaten.
Hingga Rabu (25/2/2026) pukul 23:54 Wita, video viral tersebut telah disukai sebanyak 3,4 ribu kali, mendapat 453 komentar, dan dibagikan sebanyak 392 kali oleh pengguna Facebook.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah setempat belum memberikan tanggapan resmi terkait video viral dan keluhan warga tersebut.
Penulis : Tim Redaksi
Editor : Fons Abun






