Bantah Isu Pemerasan, Pengacara Sebut Anggota DPRD H Hanya Klarifikasi Surat Keberatan

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat berinisial H, Aldri Dalton Ndolu dan Partners.

Kuasa hukum anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat berinisial H, Aldri Dalton Ndolu dan Partners.

LABUAN BAJO – Kuasa hukum anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat berinisial H, Aldri Dalton Ndolu, menegaskan kehadiran kliennya di Mapolres Manggarai Barat adalah untuk memberikan klarifikasi terkait pembuatan surat keberatan administratif.

Aldri menyampaikan bahwa pemanggilan kliennya oleh penyidik pada Rabu (25/2/2026) tersebut berkaitan dengan sengketa lahan seluas enam hektar di Pantai Nggoer, Desa Golo Mori.

“Pemeriksaan klien kami hari ini dipanggil klarifikasi tentang pembuatan surat. Membantu salah satu keluarga masyarakat Nggoer, Tua Golo, tentang surat keberatan,” kata Aldri kepada wartawan usai pemeriksaan.

Ia menegaskan, pemeriksaan tersebut tidak berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan sebagaimana isu yang sempat beredar di publik.

Baca Juga:  Bongkar Kedok Guru EH, Pengacara Nasabah: Tak Pernah Temu Langsung dan Semua Transaksi Via Transfer

“Kalau pemerasan tidak ada, hanya klarifikasi soal surat. Tidak ada soal pemerasan,” jelas Aldri.

Menurutnya, surat yang dimaksud merupakan upaya hukum administratif yang ditempuh oleh saudara S sebagai bentuk ketidakpuasan atas terbitnya dua sertifikat hak atas tanah di muara Nggoer.

Aldri menyebut penyidik mengajukan lebih dari 40 pertanyaan yang seluruhnya berfokus pada proses administrasi pembuatan surat tersebut.

“Semua pertanyaan tidak tentang pemerasan,” ujarnya sembari menekankan bahwa H diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Sementara itu, Polres Manggarai Barat melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) mengeluarkan siaran pers, Kamis (26/2) pagi sehari setelah H diperiksa pada Rabu malam.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sat Reskrim menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap politisi berinisial H tersebut berlangsung selama hampir sepuluh jam.

H mendatangi ruang Unit IDIK I Sat Reskrim Polres Mabar sejak pukul 14.30 Wita dan baru menyelesaikan proses klarifikasi pada pukul 23.45 Wita.

Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya menjelaskan, pemanggilan ini merujuk pada laporan dugaan pembuatan surat palsu yang dilayangkan oleh saudara Suhardi pada akhir Januari lalu.

“Ini berkaitan dengan laporan dugaan pembuatan surat palsu yang dilaporkan oleh saudara Suhardi pada tanggal 21 Januari 2026,” ujar AKP Lufthi dalam keterangannya, Kamis (26/2) pagi.

Penyidik mencecar H dengan 45 pertanyaan guna mendalami perannya dalam objek surat yang dipermasalahkan tersebut.

Baca Juga:  Korban Diinjak hingga Pingsan, Keluarga Desak Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan di Golo Sepang

“Fokus utama kami adalah mendalami proses pembuatan surat tersebut serta peran dari pihak-pihak yang tercantum di dalamnya, termasuk saudara H sendiri,” paparnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi terkait munculnya surat yang diduga palsu tersebut.

Penyidik menegaskan masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung sebelum menaikkan status perkara ke tahap penyidikan lebih lanjut.

Dalam siaran pers itu juga menerangkan, jika terbukti, para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 391 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur
Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar
Jerat Berulang Itok Aman: Tipu Turis Italia Rp79 Juta, Terancam 4 Tahun Penjara
Jessica Belum Ditemukan, Operasi SAR KM Feronia Diperpanjang
Langit Labuan Bajo Diselimuti ‘Haze’, BMKG Buka Suara Soal Dugaan Kiriman Asap Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:33

Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43

Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:26

Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar

Berita Terbaru