WNA Asal Kanada Ditemukan Tewas Terjerat Tali di Hotel Labuan Bajo, Ada Surat Wasiat

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi di kamar nomor 11 dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah.

Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi di kamar nomor 11 dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah.

LABUAN BAJO — Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, merasa depresi, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, jangan menanggungnya sendirian. Segera cari bantuan profesional, hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. Percayalah, selalu ada jalan keluar dan harapan bagi setiap persoalan hidup.

Suasana di Hotel Greenhill Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mendadak gempar pada Jumat (13/02/2026) sore.

Seorang tamu mancanegara berinisial ML (61), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar nomor 11 hotel tersebut dalam kondisi leher terjerat tali.

Korban diketahui merupakan warga negara Kanada yang memegang lencana Polisi Militer (Military Police) dari negara asalnya.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Langsung Bertolak ke Nagekeo

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas housekeeping hotel sekitar pukul 13.00 Wita saat hendak membersihkan kamar.

Saksi Bruno Busa Lay mengaku sempat membuka pintu kamar, namun ia langsung menutupnya kembali karena mengira korban sedang beristirahat.

“Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi,” ujar Bruno kepada polisi.

Kecurigaan muncul 40 menit kemudian saat rekan kerja Bruno, Yuvensius Defiori, mengecek kembali kamar tersebut karena ketukannya tidak direspons.

Saat membuka pintu dengan kunci cadangan, Yuvensius terkejut melihat korban sudah tidak bernyawa dengan leher terikat tali.

“Kenapa tamu keadaannya begitu?” teriak Yuvensius histeris saat memanggil rekannya setelah melihat kejadian tersebut.

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Labuan Bajo Gelar Sidang Perdana Kasus Kecelakaan Kapal Putri Sakinah

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengonfirmasi posisi jenazah ditemukan bersandar di dinding.

“Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari,” ungkap AKP Lufthi, Sabtu (14/02/2026).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi.

Selain barang berharga, polisi juga menemukan pesan terakhir yang ditinggalkan oleh korban di dalam kamar tersebut.

“Ditemukan surat wasiat di dalam kamar korban,” tegas AKP Lufthi.

Baca Juga:  Skala Fantastis Rp 16 Triliun: Khaby Lame Buktikan Kreator Adalah Pemilik Ekosistem, Bukan Sekadar 'Pajangan'

Hasil visum luar di RSUD Komodo menunjukkan ciri klinis identik dengan bunuh diri, seperti wajah membiru dan lidah tergigit.

Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh pria yang baru berulang tahun ke-61 itu.

“Diduga kuat korban melakukan tindakan bunuh diri,” tambah Kasat Reskrim.

Sebelum ditemukan tewas, saksi Venansius Aprilianus Tagang (security) mengaku sempat melihat korban pada malam sebelum kejadian.

“Sekitar jam 11 malam, saya berpapasan dengan korban di area resto. Beliau membawa kantong plastik putih berisi snack,” kenang Venansius.

Saat ini, polisi telah memasang garis polisi di kamar nomor 11 dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa
Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat
Solidaritas Gempa Flores: Saat Pengepul Hasil Bumi dan Jejaring Medis Turun Tangan
Pengakuan Ketua PSSI Mabar di Balik Klub Komodo United

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Kamis, 10 September 2026 - 13:04

Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Selasa, 8 September 2026 - 18:13

Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa

Senin, 7 September 2026 - 23:00

Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat

Berita Terbaru

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26