LABUAN BAJO — Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) bakal menggelar diskusi publik guna menguji efektivitas dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Diskusi bertajuk “Menakar Dampak Kebijakan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Manggarai Barat” tersebut dijadwalkan berlangsung di Youth Center Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Keuskupan Labuan Bajo, pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 18.00 WITA.
Forum ini digelar sebagai ruang dialog terbuka untuk menelaah relevansi program-program strategis pemerintah pusat dengan kebutuhan riil masyarakat Manggarai Barat.
Penyelenggara menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan investasi, laju proyek infrastruktur fisik, maupun ramainya lalu lintas wisatawan di Labuan Bajo.
Faktor yang dinilai jauh lebih krusial adalah sejauh mana masyarakat lokal merasakan dampak langsungnya, mulai dari urusan dapur ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga kelestarian ruang hidup.
Perwakilan penyelenggara KOPEARAD MABAR, Itho Umar, menegaskan acara ini diinisiasi bukan sebagai arena perdebatan politik praktis, melainkan ruang dialektika yang berbasis data empiris dan kenyataan di lapangan.
“Melalui diskusi ini, kami ingin membuka ruang bagi berbagai pandangan untuk disampaikan dan diuji secara objektif,” ujar Itho dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Itho menambahkan, setiap capaian pemerintah tentu patut diapresiasi secara jujur apabila terbukti membawa dampak positif. Namun, berbagai catatan kritis dan persoalan yang masih menjepit kehidupan masyarakat lokal juga tidak boleh ditutup-tutupi.
“Capaian pemerintah patut diapresiasi apabila didukung fakta, sementara persoalan yang masih dihadapi masyarakat perlu dibahas secara terbuka dan konstruktif,” kata Itho.
“Yang terpenting, diskusi ini harus berorientasi pada kepentingan masyarakat Manggarai Barat,” sambungnya menegaskan.
Guna membedah persoalan secara komprehensif, diskusi ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, di antaranya politisi Partai Gerindra Kanisius Jehabut, akademisi Prof. I Nengah Dasi Astawa, serta tokoh perempuan Manggarai Barat Theresia P. Asmon. Sesi diskusi dan tanya jawab interaktif nantinya dipandu oleh Silvester Joni.
Sebanyak 100 peserta lintas sektor ditargetkan hadir memadati lokasi, mulai dari kalangan mahasiswa, pemuda, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, akademisi, hingga perwakilan asosiasi profesi.
Adapun sejumlah isu panas yang bakal dibedah meliputi disparitas pembangunan daerah, kesejahteraan warga lokal, akses ketenagakerjaan, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan hidup, hingga masa depan keberlanjutan industri pariwisata Labuan Bajo.
Nantinya, poin-poin penting dalam forum ini akan dirumuskan menjadi dokumen rekomendasi konkret untuk diserahkan langsung kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
“Rekomendasi ini kami harapkan menjadi masukan agar kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, demi mewujudkan pembangunan Manggarai Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Itho seraya mengundang publik dan media untuk bersama-sama mengawal jalannya dialog tersebut.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate







