Panas! Persaingan Jasa Transportasi Darat di Labuan Bajo Kembali Mencuat ke Publik

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persoalan ini memuncak setelah terjadi aksi pengadangan dan penyitaan kunci motor milik driver GrabBike oleh anggota AWSTAR di area bandara, yang berujung pada pertemuan di Polantas Polres Manggarai Barat, Jumat (27/2/2026).

Persoalan ini memuncak setelah terjadi aksi pengadangan dan penyitaan kunci motor milik driver GrabBike oleh anggota AWSTAR di area bandara, yang berujung pada pertemuan di Polantas Polres Manggarai Barat, Jumat (27/2/2026).

LABUAN BAJO — Ketegangan kembali terjadi antara Asosiasi Angkutan Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo dengan mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab terkait aktivitas penjemputan penumpang di Bandara Komodo.

Persoalan ini memuncak setelah terjadi aksi pengadangan dan penyitaan kunci motor milik driver GrabBike oleh anggota AWSTAR di area bandara, yang berujung pada pertemuan di Polantas Polres Manggarai Barat, Jumat (27/2/2026).

Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus AWSTAR dan mitra Grab Labuan Bajo tersebut berlangsung cukup alot, namun hingga saat ini belum membuahkan kesepakatan tertulis yang final.

Ketua Umum AWSTAR Labuan Bajo, Heribertus Bantuk, menyatakan keberatannya terhadap aktivitas GrabBike yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas di pintu keluar bandara.

“Kita minta pernyataan sikap terkait situasi itu. Bahwa tidak boleh menjemput tamu di depan Bandara Komodo Labuan Bajo, dalam hal ini GrabBike,” ujar Heribertus kepada awak media.

Baca Juga:  Niat Usir Gerah, Kernet Ekspedisi Justru Meregang Nyawa di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan agar pihak Grab tidak mengambil penumpang di depan bandara untuk menjaga ketertiban arus keluar masuk kendaraan.

“Selama ini kita jaga itu ada alasannya juga, ganggu kelancaran lalu lintas begitu, dengan beberapa teman-teman dari Ojol itu mangkal di jalur pintu keluar,” tambahnya.

Selain masalah operasional di bandara, AWSTAR secara tegas juga menyatakan komitmennya untuk menolak kehadiran layanan GrabCar di Labuan Bajo karena alasan stabilitas ekonomi lokal.

“Kami berkomitmen untuk menolak kehadiran GrabCar itu di Labuan Bajo. Kami merasa itu persaingan di jasa transportasi dalam hal ini harga itu tidak masuk di akal dengan kota kita yang sangat kecil,” tegas Heribertus.

Pihak AWSTAR menilai tarif rendah yang ditawarkan aplikasi tidak sebanding dengan biaya operasional di lapangan dan mengancam keberlangsungan hidup pengemudi lokal.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

“Kami tetap mempertahankan kearifan lokal dengan kestabilan ekonomi. Kami bukan menolak kemajuan teknologi, tapi kami ini lebih ke harga yang seimbang dengan situasi kota kita,” tuturnya lagi.

Ketegangan kembali terjadi antara Asosiasi Angkutan Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo dengan mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab terkait aktivitas penjemputan penumpang di Bandara Komodo.
Ketegangan kembali terjadi antara Asosiasi Angkutan Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo dengan mitra pengemudi ojek online (ojol) Grab terkait aktivitas penjemputan penumpang di Bandara Komodo.

Di sisi lain, Admin Grab Labuan Bajo, Largus Wadu atau yang akrab disapa Argus, menyayangkan tindakan intimidasi berupa penyitaan kunci motor milik driver saat sedang menjemput penumpang.

“Yang menjadi persoalan tadi, ketika ada orderan masuk dari bandara, tamu dari bandara, itu ada teman kami yang pergi jemput itu ditahan terus diambil kuncinya oleh teman-teman AWSTAR,” ungkap Argus.

Argus menegaskan bahwa pihaknya bersedia mengikuti aturan untuk tidak mangkal atau memarkirkan kendaraan di area pintu keluar bandara.

Baca Juga:  Gerak Cepat! PLN dan Damkar Ende Padamkan Kebakaran di Gudang Logistik Tanpa Gangguan Listrik

Namun, terkait aturan radius penjemputan yang mengharuskan penumpang berjalan jauh, pihak Grab menyatakan keberatan karena dinilai merugikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami dari Grab sebenarnya keberatan kalau misalnya kami harus meminta penumpang itu harus jalan kaki dulu untuk mendapatkan jasa kami. Itu kan sudah tidak fair,” kata Argus.

Menurutnya, pemaksaan agar wisatawan berjalan kaki jauh untuk mendapatkan transportasi akan memberikan citra buruk bagi pariwisata Labuan Bajo di mata dunia.

“Ketika dia (wisatawan) harus jalan kaki dulu untuk mendapatkan jasa transportasi, itu akan membawa pesan buruk dari Labuan Bajo ke luar,” imbuhnya.

Meskipun audensi di Polres Manggarai Barat belum menghasilkan keputusan tetap mengenai radius penjemputan, pihak Grab berencana mengajukan usulan “zona merah” atau titik jemput resmi kepada manajemen bandara.

Hingga berita ini diturunkan, kedua belah pihak sepakat untuk tetap menjaga kondusivitas di lapangan sambil menunggu diskusi lanjutan untuk mencapai kesepakatan bersama.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan
Jaga Kepercayaan Publik, KSP Obor Mas Tanggung Kerugian Anggota Akibat Ulah Staf

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Senin, 18 Mei 2026 - 21:24

Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58

Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Berita Terbaru

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

Hukum & Kriminal

Sidang Vonis Tragedi Kapal Putri Sakinah Digelar Pekan Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:18

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39