LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) tengah mematangkan rencana kerja sama dengan dua calon investor untuk mengembangkan kawasan pariwisata berkelanjutan Parapuar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kedua calon investor yang sedang dalam tahap penjajakan tersebut adalah PT. Garda Nusa Perkasa Perdana (PT GNPP) dan Teras Park.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan kehadiran berbagai acara hiburan seperti Picnic Over The Hill menjadi salah satu daya tarik bagi penanam modal.
“Terkait dengan investor, bahwa event sebesar Picnic Over The Hill ini bisa menarik minat calon investor nanti ke kawasan Parapuar,” kata Andhy saat gelar event Picnic Over The Hill–Vol.5 di Parapuar, Sabtu malam (19/9/2026).
Andhy menargetkan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan kedua calon investor tersebut dapat dirampungkan pada tahun ini.
“Mudah-mudahan bisa kita kejar tahun ini untuk perjanjian kerja samanya, karena kemarin juga sudah dihitung terkait dengan nilai appraisal untuk sewa lahannya,” ucapnya.
Terkait rincian pembangunan, PT GNPP rencananya akan mengelola klaster Lot G. Di lokasi tersebut, investor ini akan membangun hotel berkonsep glamping serta fasilitas restoran.
Hotel berkonsep glamping adalah jenis akomodasi yang menggabungkan pengalaman menyatu dengan alam terbuka ‘ala berkemah’ dengan kenyamanan dan fasilitas mewah layaknya hotel berbintang.
Sementara itu, Teras Park akan mengembangkan kawasan Lot M dan Lot N. Investor asal Bandung ini fokus pada pembangunan sarana olahraga dan fasilitas kesehatan (wellness).
“Mereka (Teras Park) sudah membangun beberapa sport center di Jakarta dan juga Bandung seperti padel dan tenis. Termasuk juga nanti wellness untuk spa dan yoga,” imbuh Andhy.
Sebagai informasi, Parapuar dirancang menjadi destinasi wisata berkualitas pertama di Labuan Bajo.
Kawasan hutan seluas 400 hektare ini dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui BPOLBF dengan mengusung konsep pariwisata berkelanjutan.
Dari view point Parapuar, pengunjung dapat melihat panorama hamparan laut, gugusan pulau, kapal wisata, hingga landasan pacu Bandara Komodo yang seolah diapit oleh bentangan hutan.
Kawasan Parapuar sendiri terbagi menjadi empat zona yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Pertama, Zona Budaya (Culture District) seluas 114,73 hektare atau 29 persen dari total area.
Zona budaya ini mencakup pusat budaya, pusat penelitian, area UMKM, hingga museum yang menampilkan keunikan serta keragaman budaya NTT.
Kedua, Zona Rekreasi (Leisure District) seluas 63,59 hektare (16 persen). Area ini dirancang sebagai pusat atraksi hiburan bagi pengunjung untuk bersantai.
Ketiga, Zona Alam Liar (Wild Life District) yang menempati lahan seluas 89,25 hektare (22 persen).
Terakhir adalah Zona Petualangan (Adventure District) seluas 132,43 hektare (33 persen), yang disiapkan sebagai area terluas bagi wisatawan pecinta aktivitas luar ruang.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






