Cara BPOLBF Pulihkan Wisata Labuan Bajo Usai Gempa Flores

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada 17 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang difasilitasi dalam event Picnic Over The Hill of Parapuar, Sabtu (19/9/2026) malam.

Ada 17 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang difasilitasi dalam event Picnic Over The Hill of Parapuar, Sabtu (19/9/2026) malam.

LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar “Picnic Over The Hill of Parapuar” (POTHP) Volume 5 pada Sabtu (19/9/2026).

Acara yang berlangsung di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, ini menjadi penanda bangkitnya sektor pariwisata pascagempa bumi Flores.

Penyelenggaraan event tahunan ini sempat mengalami penundaan. Keputusan itu diambil sebagai bentuk respons terhadap status tanggap darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyebut POTHP sejatinya diagendakan pada bulan lalu.

“Semula memang kita rencanakan tanggal 22 Agustus, tapi karena kemarin ada bencana gempa, sehingga kita undur pelaksanaannya,” kata Andhy di Parapuar, Sabtu (19/9/2026) malam.

Baca Juga:  Amankan Malam Takbiran dan Sholat Id, Ratusan Personel Gabungan Siaga di Labuan Bajo

Penetapan tanggal 19 September diambil secara kalkulatif. Panitia memastikan masa tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Manggarai dan Provinsi NTT telah berakhir pada 12 September lalu.

Selain sebagai ruang hiburan, BPOLBF menjadikan POTHP Vol. 5 sebagai instrumen pemulihan ekonomi dan pariwisata daerah.
Dalam manajemen krisis pariwisata, kegiatan ini masuk dalam tahapan normalisasi dan pemulihan pascabencana.

“Dengan melaksanakan event ini dan nanti kita publish, ini meyakinkan bahwa Labuan Bajo sudah aman untuk dikunjungi, terutama untuk kawasan Parapuar,” jelas Andhy.

POTHP Vol. 5 menawarkan pengalaman pariwisata terintegrasi. Pengunjung disuguhkan festival musik, piknik, wisata kuliner, panorama sunset, hingga pengamatan bintang (stargazing).

Baca Juga:  Petaka Snorkeling Tanpa Pengawasan: Polisi Bidik Tersangka Kematian Pasutri China

Musisi asal Indonesia Timur, Wizz Baker, didapuk sebagai penampil utama sekaligus daya tarik utama dalam festival tahun ini.
Menariknya, POTHP Vol. 5 tak sekadar menawarkan panggung hiburan. Acara ini juga menjadi wadah penggalangan aksi solidaritas. Panitia menjual merchandise khusus berupa kaus edisi spesial bertanda tangan Wizz Baker.

Seluruh hasil penjualan kaus tersebut akan didonasikan secara penuh untuk membantu para korban terdampak gempa bumi Flores.

Di sisi lain, roda ekonomi warga lokal turut diputar. Kehadiran festival makanan di POTHP menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk unjuk gigi.

Andhy mencatat, ada belasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang difasilitasi dalam event ruang terbuka ini.

Baca Juga:  Curhat Bule dan Wisnus Tak Bisa Lihat Komodo Malah Dapat Fosil

“Untuk UMKM yang hari ini terlibat di dalam event Picnic Over The Hill ada 17. Sebagian adalah binaan kita, sebagian juga memang berminat untuk menyewa tenant,” urai Andhy.

Untuk menikmati rangkaian acara di ketinggian 238 meter di atas permukaan laut ini, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk yang bervariasi.

Tiket reguler dibanderol Rp60.000, paket lima tiket seharga Rp270.000, dan pembelian langsung di lokasi (on the spot) seharga Rp80.000 per tiket.

Melalui event berkonsep panorama 360 derajat ini, BPOLBF berharap pariwisata Labuan Bajo dan Flores bisa segera pulih dan kembali menjadi primadona, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km
Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!
Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08

Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:34

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:41

Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan

Berita Terbaru

FOTO _ Syamsudin Kadir
Direktur LITERASIA - Literasi Indonesia

Opini

KDM dan Teori-Praktik Politik ala Tradisi Sunda

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:59