LABUAN BAJO — Bantuan kemanusiaan untuk penyintas gempa bumi di Pulau Flores terus mengalir. Di Kabupaten Manggarai Timur, warga dan relawan lokal menjadi motor penggerak distribusi bantuan ke titik-titik pengungsian.
Aksi solidaritas ini salah satunya diinisiasi oleh Adrian, pemilik Toko Sumber Rejeki di Borong. Ia tak bekerja sendiri, melainkan menggandeng sejumlah rekan dan relawan.
Sasaran awal distribusi mereka meliputi kawasan Balus Permai di Kecamatan Borong.
Bantuan kemudian disebar hingga ke lima posko pengungsian di wilayah Lamba Leda Utara, termasuk Desa Nangapenda dan Waso.
Logistik yang didistribusikan tak murni dari kantong lokal. Dana kemanusiaan ini mengalir dari berbagai pihak, membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia.
Para donatur tersebut di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pidie di Aceh, serta dokter alumni Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Dukungan juga datang dari keluarga besar di Sidney dan jejaring kolega dokter lainnya.
“Itu saya pribadi gabung beberapa teman. Kami ke Balus Permai, Kecamatan Borong, dan distribusi ke Lamba Leda Utara. Di sana ada lima posko,” kata Adrian.

Untuk menjangkau lebih banyak penyintas, Adrian memperluas jaringan pendistribusian. Ia memutuskan bergabung dengan komunitas Relawan Gesit.
Langkah ini membuat jangkauan bantuan semakin luas, menyentuh wilayah-wilayah terdampak yang sebelumnya belum terakses maksimal.
“Lebih lanjut saya bergabung dengan Relawan Gesit Chapter Manggarai Timur. Kami sudah distribusikan bantuan ke Lamba Leda Tengah, Kampung Kisol di Kota Komba, Pota, dan Elar,” ungkapnya.
Di luar aksi kemanusiaan, sosok Adrian lekat dengan denyut ekonomi masyarakat Borong.
Toko Sumber Rejeki yang ia kelola merupakan pusat penerimaan komoditas pertanian dan perkebunan warga setempat.
Setiap harinya, tempat usaha ini menampung hasil bumi andalan Flores. Mulai dari kopi, cengkeh, cokelat, kemiri, sawit, hingga pinang.
Keberadaan pengepul hasil bumi ini menjadi urat nadi bagi para petani lokal, terutama untuk memutar roda ekonomi di tengah situasi krisis pascabencana.
Aktivitas bisnis dan aksi sosial yang dijalankan Adrian berjalan di dua ruang berbeda. Namun, keduanya bermuara pada satu tujuan: menopang kelangsungan hidup masyarakat Flores.
Satu sisi menggerakkan roda ekonomi lewat pembelian hasil tani, sisi lainnya memastikan para penyintas di tenda-tenda pengungsian tidak merasa sendirian.
Penulis : Nalljehaut
Editor : Fons Abun





