Panitia PSSI Cup Manggarai Barat Minta Pertandingan Tak Dihalangi, Wasit Tempuh Jalur Hukum

- Redaksi

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PSSI Cup II Manggarai Barat dimulai sejak Sabtu 8 Agustus 2026 lalu.

PSSI Cup II Manggarai Barat dimulai sejak Sabtu 8 Agustus 2026 lalu.

LABUAN BAJO — Panitia Pelaksana PSSI Cup II Manggarai Barat memastikan turnamen sepak bola tetap berlanjut, meski terjadi insiden pemukulan terhadap wasit oleh seorang pelatih tim pada babak delapan besar.

Panitia meminta semua pihak tidak menghalangi jadwal pertandingan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus kekerasan tersebut kepada kepolisian.

Ketua Panitia Pelaksana Harian PSSI Cup II Manggarai Barat, Rofinus Edison Risal atau Ichal, mengimbau masyarakat untuk memisahkan antara insiden pidana yang sedang diusut polisi dengan keberlangsungan turnamen.

“Biarkan berproses sesuai SOP kepolisian. Oleh sebab itu, panitia meminta kepada semua pihak agar proses tersebut tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan turnamen,” kata Ichaldalam keterangan tertulisnya, Senin pagi (7/9/2026).

Baca Juga:  Panitia Minta Maaf atas Pemukulan Wasit di PSSI Mabar Cup II

Ichal menegaskan bahwa turnamen ini sejak awal dibangun sebagai ruang kompetisi, silaturahmi, dan pembinaan sepak bola di wilayah Manggarai Barat.

“PSSI Cup II harus tetap berjalan. Sepak bola harus menjadi ruang persaudaraan, bukan ruang konflik,” tambahnya.

Sesuai regulasi dan keputusan panitia, pertandingan babak semifinal tetap digelar pada Senin (07/09).

Laga tersebut mempertemukan Vamos Bajo FC melawan Terang FC pada siang hari, disusul pertandingan antara Wae Sambi melawan Black Crown pada sore harinya.

Pernyataan dari panitia ini merespons imbauan dari kuasa hukum wasit yang menjadi korban, yang sebelumnya meminta agar turnamen dihentikan sementara hingga pelaku diperiksa oleh kepolisian.

Kuasa hukum wasit Afred, Muhamad Tony, sebelumnya menyampaikan kekhawatiran akan munculnya konflik susulan jika pertandingan dilanjutkan sementara pelaku dugaan penganiayaan masih bebas.

Baca Juga:  Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta

“Sebaiknya sepanjang proses hukum ini berjalan, atau pelaku ini masih berkeliaran, pertandingan dihentikan dulu sementara,” ujar Tony usai mendampingi kliennya di Mapolres Manggarai Barat, Minggu (06/09) malam.

Menurut Tony, penghentian sementara diperlukan untuk mencegah pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berpotensi memperkeruh suasana di babak semifinal maupun final.

Selain meminta penundaan turnamen, Tony juga memastikan bahwa kliennya menolak keras tawaran damai atau mediasi secara kekeluargaan dari pihak terlapor.

Wasit Fredi telah diperiksa penyidik Polres Manggarai Barat dan menjawab 27 pertanyaan seputar kronologi penganiayaan.

Baca Juga:  Advokat Muhamad Tony: Pemukul Wasit Bisa Dipenjara, Hukum Olahraga Tak Kebal Pidana

“Saksi korban menegaskan bahwa dia tidak mau menerima tawaran untuk perdamaian itu, dan dia akan siap untuk mengikuti proses ini sampai di persidangan,” tegas Tony.

Insiden kekerasan ini bermula usai laga perempat final antara Black Crown melawan Komodo United di Stadion Komodo pada Jumat (04/09) sore.

Setelah Black Crown dipastikan menang 1-0 dan peluit panjang berbunyi, Pelatih Komodo United, Romanus Novri, masuk ke tengah lapangan dan memukul rahang kiri wasit Fredi.

Pukulan tersebut membuat sang wasit mengalami cedera pada bagian pipi dan rahang. Korban kemudian menjalani visum dan melaporkan pelatih tersebut ke Polres Manggarai Barat pada hari yang sama.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Cabor Layar PON 2028, KONI Mabar: Momentum Penting bagi Daerah
Tok! Venue Cabor Layar PON 2028 Dipastikan Digelar di Labuan Bajo
Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta
“Saya Tidak Ada Niat”, Ujar Ketua PSSI Mabar Usai Pelatih Komodo United Pukul Wasit
Pengakuan Ketua PSSI Mabar di Balik Klub Komodo United
Panitia Minta Maaf atas Pemukulan Wasit di PSSI Mabar Cup II
Ketua PSSI Mabar Dukung Pelatih Komodo United Dipidana
Advokat Muhamad Tony: Pemukul Wasit Bisa Dipenjara, Hukum Olahraga Tak Kebal Pidana

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:05

Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Cabor Layar PON 2028, KONI Mabar: Momentum Penting bagi Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25

Tok! Venue Cabor Layar PON 2028 Dipastikan Digelar di Labuan Bajo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:33

Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta

Senin, 7 September 2026 - 09:19

Panitia PSSI Cup Manggarai Barat Minta Pertandingan Tak Dihalangi, Wasit Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 5 September 2026 - 22:43

“Saya Tidak Ada Niat”, Ujar Ketua PSSI Mabar Usai Pelatih Komodo United Pukul Wasit

Berita Terbaru

Syamsudin Kadir

Opini

Bencana di Balik Bencana NTT

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:14