LABUAN BAJO — Grup musik alternatif rock asal Manggarai, Ourorah, resmi merilis lagu tunggal (single) terbaru berjudul “Saok” pada 29 Mei 2026.
Dalam karya terbarunya ini, Ourorah menggandeng Agung Sene, seorang musisi rap (rapper) asal Labuan Bajo.
Lagu “Saok” mengangkat tema yang mendalam tentang pergulatan batin manusia melawan bisikan jahat yang berujung pada tindakan merusak.
Melalui lagu ini, Ourorah ingin menyampaikan pesan bahwa selalu ada jalan untuk memperbaiki kesalahan melalui penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karya ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi pendengar atas dosa dan kesalahan manusia, terutama dalam merusak hal-hal baik yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Nama Ourorah sendiri memiliki makna filosofis yang kuat bagi para personelnya.
Nama tersebut merupakan gabungan dari kata bahasa Inggris “Our” yang berarti milik kita, dan “Orah”, sebutan lokal masyarakat Manggarai untuk satwa langka komodo.
Penamaan ini adalah bentuk kecintaan mereka terhadap tanah kelahiran Manggarai dan komodo, sekaligus merepresentasikan fenomena cahaya aurora di kutub yang melambangkan keunikan.
Band ini resmi terbentuk pada 19 November 2023, dengan formasi Renata Novianti pada posisi vokal dan Stefan Gaga sebagai pemain bas.
Sementara itu, kolaborator mereka, Agung Sene, adalah musisi rap yang telah berkarier sejak tahun 2012. Ia juga dikenal publik sebagai penyiar di stasiun radio RRI SP Labuan Bajo.
Proses produksi lagu “Saok” melibatkan kerja sama sejumlah musisi. Selain Renata dan Agung, lagu ini turut diisi oleh Redra Ramadan pada gitar dan Nadin Medi sebagai penyanyi latar.
Stefan Gaga mengambil peran ganda yang krusial dalam proyek ini. Selain bermain bas, ia bertindak sebagai produser, penulis lagu, pengaransemen, hingga teknisi tata suara (mixing dan mastering).
Saat ini, lagu “Saok” telah tersedia dan dapat didengarkan oleh masyarakat luas melalui berbagai platform musik digital.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






