Pascagempa, Anggota DPD Stevi Harman Distribusikan Obat-obatan ke Reo dan Pota

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan Bantuan Dari dr. Stevi Harman Kepada Masyarakat yang terdampak di Pota Manggarai Timur.

Penyerahan Bantuan Dari dr. Stevi Harman Kepada Masyarakat yang terdampak di Pota Manggarai Timur.

LABUAN BAJO Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Maria Caecilia Stevi Harman, mendistribusikan bantuan logistik dan obat-obatan kepada korban gempa di wilayah Reo, Pota, dan Lamba Leda. Ia juga mendesak pemerintah agar segera memulihkan fasilitas kritis pascamasa tanggap darurat.

Dalam keterangannya, Stevi menyampaikan simpati mendalam bagi para korban yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat trauma dan kerusakan tempat tinggal.

“Saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas korban dan bersimpati terhadap mereka yang sekarang ada di pengungsian. Banyak sekali yang mengungsi antara takut gempa susulan atau rumahnya roboh,” kata Stevi, Minggu (16/8).

Baca Juga:  Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Di sisi lain, Senator muda yang akrab disapa Stevi ini mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat dalam menangani fase akut kebencanaan. Hal tersebut terwujud melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk DPD RI, DPR RI, dan BNPB.

Menurutnya, koordinasi tersebut telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Sebanyak 50.000 paket sembako bantuan Presiden telah disalurkan dan sejumlah menteri telah turun langsung memantau lokasi terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Stevi turut merespons situasi dengan menyalurkan langsung bantuan sembako dan kebutuhan medis darurat ke posko-posko pengungsian.

“Saya memberikan obat-obatan karena banyak puskesmas dan fasilitas kesehatan yang terdampak. Obat-obatan sulit didapatkan para pengungsi. Jadi, sudah saya berikan ke posko-posko di Reo, Pota, dan menyusul nanti Lamba Leda,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas Mitigasi, Tiga Kecamatan Manggarai Barat Resmi Terdaftar Sistem KENCANA Nasional

Ia menyoroti secara khusus wilayah Lamba Leda karena hingga saat ini gempa susulan masih kerap dirasakan oleh warga setempat.

Kepanikan di tengah masyarakat ini memicu lahirnya sejumlah informasi bohong atau hoaks terkait potensi gempa susulan yang lebih besar hingga ancaman tsunami. Stevi mengimbau warga untuk tidak mudah terpancing kepanikan.

“Jangan menyebar hoaks dan jangan menyebar kepanikan. Ikuti saja berita yang disebarkan oleh BMKG, BNPB, BPBD, dan orang-orang yang dipercaya,” tegasnya.

Lebih jauh, Stevi mengingatkan pemerintah terkait langkah-langkah strategis setelah masa tanggap darurat (fase akut) ini selesai. Ia berjanji akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal fase rehabilitasi.

Baca Juga:  Dewan Pers Tegas Larang Wartawan dan Organisasi Pers Minta THR ke Pejabat hingga Pengusaha

Ia menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan logistik di pengungsian, melainkan juga harus menyentuh aspek psikologis, terutama pemulihan trauma bagi anak-anak.

Selain itu, Stevi mendorong percepatan pemulihan layanan dasar publik. Kerusakan fasilitas kritis seperti sumber dan pipa air bersih, serta puskesmas, harus segera diatasi agar hak-hak dasar warga tetap terpenuhi.

“Nanti yang terakhir, bagaimana respons pemerintah pusat dan koordinasi dengan daerah untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak,” pungkas Stevi.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17