Niat Usir Gerah, Kernet Ekspedisi Justru Meregang Nyawa di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas santai tiga pemuda yang berniat mengusir penat berakhir memilukan. Salah satu dari mereka dilaporkan tewas tenggelam, Kamis 19  Maret 2026, siang. (FOTO-Polres Mabar)

Aktivitas santai tiga pemuda yang berniat mengusir penat berakhir memilukan. Salah satu dari mereka dilaporkan tewas tenggelam, Kamis 19 Maret 2026, siang. (FOTO-Polres Mabar)

LABUAN BAJO – Suasana sibuk di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Manggarai Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan massal pada Kamis (19/3/2026) siang.

Aktivitas santai tiga pemuda yang berniat mengusir penat berakhir memilukan. Salah satu dari mereka dilaporkan tewas tenggelam.

Korban berinisial R (21), menghembuskan napas terakhirnya setelah melompat ke laut untuk mandi saat kapal yang ia tumpangi sedang bersandar.

Peristiwa ini bermula ketika Kapal Niki Mila Utama merapat di dermaga sekitar pukul 13.30 Wita untuk transit menuju Surabaya.

Di tengah proses bongkar muat, tiga orang rekan kerja yang berprofesi sebagai kernet truk ekspedisi turun ke laut untuk menyegarkan diri dari cuaca panas.

Ketiga pemuda tersebut adalah Karolus Kewa Biha (24), Randi (23), dan korban R (21).

Baca Juga:  Refleksi 23 Tahun Mabar, Inocentius Peni Soroti Ketimpangan
Nekat Mandi di Pelabuhan Wae Kelambu, Seorang Penumpang Kapal Tenggelam dan Dievakuasi Polisi-TNI (Dok. Polres Mabar)

Ketiganya merupakan warga asal Kabupaten Ende dan Nagekeo yang sedang dalam perjalanan mengadu nasib menuju Pulau Jawa.

Sekitar pukul 14.15 Wita, kegembiraan itu sirna setelah R (21) yang melompat ke air tak kunjung muncul kembali ke permukaan.

Rekan-rekan korban mulai panik dan berteriak meminta tolong kepada petugas keamanan di lokasi kejadian.

“Ada teman kami yang tenggelam! Dia melompat tadi tapi tidak muncul-muncul lagi ke atas,” ujar salah satu rekan korban dengan wajah pucat kepada petugas.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan dari Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, dan PT Pelindo segera melakukan penyisiran.

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, S.H. mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan dengan sangat cepat.

Baca Juga:  Resmi Jadi Kader, Merry Riana Puji Sikap Ksatria AHY di Pilgub 2017

“Personel gabungan langsung bergerak ke lokasi begitu menerima informasi,” ujar IPTU Abnel dalam keterangan resminya.

Sekira pukul 14.30 Wita, petugas berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar air dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Saat dievakuasi, yang bersangkutan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” jelas IPTU Abnel kepada awak media.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi selama hampir satu jam, namun nyawa pemuda tersebut tidak tertolong.

“Pukul 15.15 Wita, kami menerima informasi resmi bahwa upaya penyelamatan telah maksimal, namun korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Baca Juga:  DPRD Mabar Gelar RDP Soal Listrik Dusun Pau, Warga Merasa Tertipu Vendor, PLN Diminta Bertanggung Jawab

Saat ini jenazah korban masih disemayamkan di RS Siloam sembari menunggu proses koordinasi dengan pihak keluarga.

“Rencananya, jenazah akan dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya untuk dimakamkan,” tambah IPTU Abnel.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para penumpang dan pekerja di area dermaga mengenai bahaya aktivitas di pelabuhan.

Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh penumpang selalu menaati aturan keselamatan yang berlaku.

“Jangan melakukan aktivitas berbahaya seperti berenang atau melompat ke laut di area dermaga,” tegas Kasat Pamobvit.

Ia mengingatkan bahwa arus dan kondisi di bawah dermaga sangat tidak terduga, terutama saat proses bongkar muat sedang berlangsung.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan
Jaga Kepercayaan Publik, KSP Obor Mas Tanggung Kerugian Anggota Akibat Ulah Staf

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:44

Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58

Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39