Atasi Ketergantungan Pangan dari Luar, BPOLBF Genjot Pengusaha Lokal Lewat Floratama Academy

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar program unggulan Floratama Academy. Acara kick off yang menandai penyelenggaraan ke-6 ini diluncurkan secara hibrida pada Senin sore, 20 April 2026.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar program unggulan Floratama Academy. Acara kick off yang menandai penyelenggaraan ke-6 ini diluncurkan secara hibrida pada Senin sore, 20 April 2026.

LABUAN BAJO Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar program unggulan Floratama Academy. Acara kick off yang menandai penyelenggaraan ke-6 ini diluncurkan secara hibrida pada Senin sore, 20 April 2026.

Tahun ini, Floratama Academy (FA) 2026 secara khusus berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha di bidang pangan. Tujuannya adalah membangun rantai pasok yang tangguh serta mengembangkan produk pangan berkualitas untuk menyokong industri pariwisata Labuan Bajo yang terus melesat.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyatakan penguatan rantai pasok pangan lokal adalah fondasi keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo. Menurutnya, tantangan ketersediaan pangan masih menjadi persoalan serius.

“Ketersediaan bahan pangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, masih menjadi tantangan, di mana ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga masih cukup tinggi,” kata Andhy saat membuka kegiatan.

Andhy menilai keterhubungan antara produsen lokal seperti petani dan nelayan dengan industri pariwisata belum terbangun optimal. Ia berharap program ini menjadi solusi.

“Melalui Floratama Academy tahun 2026, BPOLBF berharap dapat menjawab persoalan tersebut. Program ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pangan lokal sekaligus mendorong hadirnya produk pangan yang berkualitas serta efisiensi dalam mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo,” ujarnya.

Baca Juga:  BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat

Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas, Andhy menambahkan, FA 2026 juga dirancang untuk memperkuat ekosistem pangan lokal melalui kolaborasi lintas sektor.

“Dalam Floratama Academy 2026 ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan kapasitas usaha, tetapi juga akses terhadap jejaring, pasar, serta berbagai peluang pengembangan. Momentum ini menjadi penting untuk menyatukan sisi permintaan dan pasokan secara terintegrasi,” ucap Andhy.

Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhamad Mawardi, menekankan pentingnya optimalisasi potensi pangan lokal. Menurutnya, program seperti Floratama Academy dapat memperkuat kemandirian pangan.

“Kita perlu mengurangi ketergantungan pangan dari luar dengan membangun sistem pangan mandiri berbasis potensi lokal. Pasokan dari kebun maupun laut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi destinasi dan daya tarik bagi wisatawan,” tutur Muhamad Mawardi.

Ia mendorong petani dan nelayan untuk meningkatkan kualitas produk, termasuk melalui sertifikasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Pelaku Wisata Tuding BTNK Lakukan Abuse of Power dan Manipulasi Konservasi

“Floratama Academy 2026 ini menjadi langkah strategis karena tidak hanya meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan, tetapi juga membuka akses pasar,” ungkapnya.

Di tingkat daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, mengatakan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) telah disiapkan. Kebijakan ini akan mendorong pemanfaatan pangan lokal secara optimal.

Tujuannya adalah memastikan produk yang digunakan di industri pariwisata benar-benar berasal dari sumber daya lokal Manggarai Barat, mulai dari ditanam, diproduksi, hingga diolah.

”Kami ingin memastikan bahwa penggunaan label ‘pangan lokal’ mencerminkan keaslian bahan baku, bukan sekadar penggunaan tenaga kerja lokal sementara bahan bakunya masih didatangkan dari luar daerah,” kata Fatinci.

Untuk menjamin keaslian, pemerintah daerah akan menyiapkan penanda khusus berupa stiker atau cap. Aturan mainnya, minimal 60 persen bahan baku produk harus berasal dari wilayah lokal.

“Bahkan, bagi pelaku usaha yang mampu melampaui persentase tersebut akan diberikan apresiasi sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen penggunaan pangan lokal. Ini merupakan upaya bersama untuk menjaga integritas sekaligus memperkuat ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan,” Fatinci menegaskan.

Baca Juga:  Amankan Malam Takbiran dan Sholat Id, Ratusan Personel Gabungan Siaga di Labuan Bajo

Kegiatan kick off ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan secara daring dan luring. Peserta daring antara lain perwakilan Kemenko Pangan, Dinas Pariwisata Manggarai Barat, serta alumni FA 2025 seperti Beo Coffee Flores dan Strong Garden.

Sementara yang hadir secara luring di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat, perwakilan dinas terkait, perwakilan Sudamala Resort, serta kelompok penyuluh pertanian dan peserta FA 2025, Riky Hidroponik.

Pelaksanaan Floratama Academy 2026 akan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran dan kurasi pada 20 April – 31 Mei 2026, dilanjutkan dengan workshop, bootcamp, dan mentoring hingga Agustus 2026.

Sebanyak 30 peserta terbaik nantinya akan mengikuti pendampingan langsung (on farm) oleh ahli hortikultura. Mereka akan dibina untuk meningkatkan kualitas produksi, menerapkan budidaya berkelanjutan, dan mempermudah akses pasar ke industri pariwisata.

Pendaftaran program ini terbuka bagi pelaku usaha pangan lokal, unit usaha berbasis komunitas, serta petani dan peternak di kawasan Manggarai Raya. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/DaftarFA26.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo
Komodo Padar Tour Offers Rural Flores Itinerary as Island Trip Alternative
Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF
Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat
Kolaborasi Lintas Sektor: Labuan Bajo Kini Miliki Pusat Pengolahan Sampah Berbasis Larva
Pelaku Wisata Tuding BTNK Lakukan Abuse of Power dan Manipulasi Konservasi
BREAKING NEWS: Ribuan Pelaku Wisata ‘Kepung’ Gedung DPRD Mabar: Susah Move On Gara-gara Kuota!

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:36

Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo

Kamis, 23 April 2026 - 00:28

Komodo Padar Tour Offers Rural Flores Itinerary as Island Trip Alternative

Rabu, 22 April 2026 - 11:18

Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

Selasa, 21 April 2026 - 14:24

Atasi Ketergantungan Pangan dari Luar, BPOLBF Genjot Pengusaha Lokal Lewat Floratama Academy

Jumat, 17 April 2026 - 17:08

Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Berita Terbaru

Kegiatan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Risiko untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo di GMCC, Golo Mori, Labuan Bajo, Selasa 21 April 2026.

Pariwisata

Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

Rabu, 22 Apr 2026 - 11:18