Inseminasi Buatan Membantu Peternak Hasilkan Bibit Ternak Unggul

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi Inseminasi Buatan di Kabupaten Manggarai Barat, drh. Anicetus Savio Mutu, M.Si.

Praktisi Inseminasi Buatan di Kabupaten Manggarai Barat, drh. Anicetus Savio Mutu, M.Si.

LABUAN BAJO – Penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik kini menjadi pilihan strategis dalam upaya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak di Kabupaten Manggarai Barat.

Inseminasi Buatan merupakan teknik memasukkan semen atau sperma dari ternak jantan unggul ke dalam saluran reproduksi betina. Proses ini dilakukan oleh tenaga ahli saat hewan betina dalam masa berahi.

Praktisi Inseminasi Buatan di Kabupaten Manggarai Barat, drh. Anicetus Savio Mutu, M.Si., menjelaskan bahwa metode ini sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas peternakan di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Pejabat Mangkir Tanpa Kabar, Wabup Weng Beri Peringatan Keras

“Keuntungannya lebih praktis, murah, dan efisien,” ujar drh. Savio saat dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam, 19 Februari 2026.

Menurut lulusan Universitas Airlangga ini, keunggulan lain dari IB adalah kemampuannya dalam memperbaiki mutu genetik ternak.

Selain itu, metode ini mampu mencegah penularan penyakit akibat kontak langsung antarhewan.

Di Kabupaten Manggarai Barat, praktik kawin suntik telah diterapkan pada beberapa jenis ternak, yakni kerbau, sapi, dan babi. Sejauh ini, penggunaan IB paling tinggi ditemukan pada ternak babi.

Baca Juga:  Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama

Savio mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi pada ternak babi tergolong sangat tinggi dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para peternak lokal.

“IB babi keberhasilannya sampai 95 persen. Faktornya praktis, efisien, murah, peternaknya peduli, dan inseminatornya handal,” jelas Savio menambahkan.

Ia merinci bahwa sebelum proses kawin suntik dilakukan, sperma terlebih dahulu melalui proses pengenceran dan pengamatan di bawah mikroskop untuk memastikan kualitasnya.

Baca Juga:  Polres Mabar Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Cuaca Ekstrem Perairan Komodo

Hasil dari penerapan teknologi ini pun cukup signifikan. Dalam satu kali masa kawin, peternak babi rata-rata mampu menghasilkan 10 hingga 11 ekor anak.

Savio berharap para peternak di Manggarai Barat terus konsisten mempraktikkan Inseminasi Buatan. Hal ini penting demi meningkatkan kuantitas dan kualitas usaha peternakan rakyat.

“Harapannya peternak bisa menggunakan IB untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari usaha peternakannya,” pungkas Savio menutup keterangannya.

Penulis : Bofas

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

19 Hektar Kawasan Bukit Silvia Ludes Dilalap Api
Deklarasikan Zona Integritas Bebas Korupsi, Bawaslu NTT Tuntut Perubahan Nyata Pengawasan Pemilu
Tingkatkan Kapasitas Mitigasi, Tiga Kecamatan Manggarai Barat Resmi Terdaftar Sistem KENCANA Nasional
“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius
KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut
Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’
BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare
10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:35

19 Hektar Kawasan Bukit Silvia Ludes Dilalap Api

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:05

Deklarasikan Zona Integritas Bebas Korupsi, Bawaslu NTT Tuntut Perubahan Nyata Pengawasan Pemilu

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38

Tingkatkan Kapasitas Mitigasi, Tiga Kecamatan Manggarai Barat Resmi Terdaftar Sistem KENCANA Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:36

KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50

Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’

Berita Terbaru

Lahan terbuka seluas kurang lebih 19 hektar di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ludes terbakar pada Kamis (11/06/2026).

News

19 Hektar Kawasan Bukit Silvia Ludes Dilalap Api

Kamis, 11 Jun 2026 - 19:35