LABUAN BAJO – Puluhan siswa di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, dilarikan ke Puskesmas Ndoso dan Pustu setempat pada Kamis, 29 Januari 2026. Mereka diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Desa Pangga, Patrisius Suwandi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Sedikitnya 30 siswa SMPN 2 Kuwus harus menjalani perawatan medis akibat gejala serius.
Tak hanya siswa SMP, korban juga menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah yang sama. Sebagian siswa terpaksa dirawat di Pustu karena kapasitas puskesmas yang terbatas.
Diketahui, menu MBG yang dikonsumsi di sekolah tersebut pada Rabu siang berupa nasi putih, telur, tempe, dan buah semangka. Mereka makan sekira pukul 12.30 WITA.
Para siswa dilaporkan mengalami gejala serupa: mual, diare, sakit perut, lemas, hingga pusing hebat. Gejala ini muncul tak lama setelah mereka menyantap jatah makanan dari program MBG.
“Kami belum bisa pastikan juga apakah keracunan atau tidak. Dugaannya setelah makan MBG kemarin. Karena banyak siswa alami gejala yang sama. Mereka yang bergejala semuanya menerima makanan dari satu dapur MBG” ujar Patrisius kepada media, Kamis, 29 Januari 2026
Merespons kejadian ini, Dinas Kesehatan Manggarai Barat langsung menerjunkan tim untuk melakukan observasi lapangan di SPPG Kuwus Barat, Kolang.
Hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan pemeriksaan kualitas lingkungan, lokasi produksi mendapatkan skor 94 persen atau masuk kategori sangat baik.
Tim medis juga menguji kualitas air minum dan air bersih menggunakan metode membran filter. Hasilnya negatif bakteri E. Coli dan Total Koliform. Air dinyatakan aman.
Namun, investigasi terganjal pada poin krusial. Tim Dinkes tidak menemukan sampel makanan (food sample bank) dari produksi hari kejadian.
“Pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan karena sampel tidak tersedia,” tulis Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam keterangan resminya.
Buntut dari ketiadaan sampel dan jatuhnya puluhan korban, pemerintah mengambil langkah tegas.
Koordinator Wilayah SPPG Manggarai Barat, kata Ojo, telah menginstruksikan penghentian sementara seluruh aktivitas produksi.
Distribusi makanan dari fasilitas tersebut disetop total hingga observasi internal dari Badan Gizi Nasional (BGN) selesai dilakukan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi





