Dinkes Manggarai Barat Tak Temukan Sampel Makanan Saat Audit Keracunan MBG di Kuwus

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo. (FOTO: Fons Abun)

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo. (FOTO: Fons Abun)

LABUAN BAJO – Puluhan siswa di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, dilarikan ke Puskesmas Ndoso dan Pustu setempat pada Kamis, 29 Januari 2026. Mereka diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Desa Pangga, Patrisius Suwandi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Sedikitnya 30 siswa SMPN 2 Kuwus harus menjalani perawatan medis akibat gejala serius.

Tak hanya siswa SMP, korban juga menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah yang sama. Sebagian siswa terpaksa dirawat di Pustu karena kapasitas puskesmas yang terbatas.

Baca Juga:  Bupati Edi Endi Kawal Program Prioritas Prabowo di Mabar

Diketahui, menu MBG yang dikonsumsi di sekolah tersebut pada Rabu siang berupa nasi putih, telur, tempe, dan buah semangka. Mereka makan sekira pukul 12.30 WITA.

Para siswa dilaporkan mengalami gejala serupa: mual, diare, sakit perut, lemas, hingga pusing hebat. Gejala ini muncul tak lama setelah mereka menyantap jatah makanan dari program MBG.

“Kami belum bisa pastikan juga apakah keracunan atau tidak. Dugaannya setelah makan MBG kemarin. Karena banyak siswa alami gejala yang sama. Mereka yang bergejala semuanya menerima makanan dari satu dapur MBG” ujar Patrisius kepada media, Kamis, 29 Januari 2026

Baca Juga:  Perawatan Teknis Mendadak, Indonesia AirAsia Lakukan Penyesuaian Jadwal Lebaran

Merespons kejadian ini, Dinas Kesehatan Manggarai Barat langsung menerjunkan tim untuk melakukan observasi lapangan di SPPG Kuwus Barat, Kolang.

Hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan pemeriksaan kualitas lingkungan, lokasi produksi mendapatkan skor 94 persen atau masuk kategori sangat baik.

Tim medis juga menguji kualitas air minum dan air bersih menggunakan metode membran filter. Hasilnya negatif bakteri E. Coli dan Total Koliform. Air dinyatakan aman.

Namun, investigasi terganjal pada poin krusial. Tim Dinkes tidak menemukan sampel makanan (food sample bank) dari produksi hari kejadian.

Baca Juga:  Kepala BTNK Bongkar Urgensi Pembatasan Wisatawan di TN Komodo

“Pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan karena sampel tidak tersedia,” tulis Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam keterangan resminya.

Buntut dari ketiadaan sampel dan jatuhnya puluhan korban, pemerintah mengambil langkah tegas.

Koordinator Wilayah SPPG Manggarai Barat, kata Ojo, telah menginstruksikan penghentian sementara seluruh aktivitas produksi.

Distribusi makanan dari fasilitas tersebut disetop total hingga observasi internal dari Badan Gizi Nasional (BGN) selesai dilakukan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius
KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut
Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’
BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare
10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali
Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi
Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata
Film ‘Pesta Babi’ Tuai Perdebatan, Tokoh Adat Labuan Bajo Ingatkan Bahaya Provokasi di Media Sosial

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:08

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:36

KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50

Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:31

BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:52

10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali

Berita Terbaru