Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rute hari kedua dimulai dari Gereja Mater Boni Consili (MBC) Bajawa, melintasi Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa, Kampung Adat Bena, Paroki Rakateda I, hingga finis di Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.

Rute hari kedua dimulai dari Gereja Mater Boni Consili (MBC) Bajawa, melintasi Paroki Maria Ratu Semesta Alam Langa, Kampung Adat Bena, Paroki Rakateda I, hingga finis di Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.

NGADA — Inisiator wisata ziarah Flores sekaligus mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, mengaku sangat tersentuh oleh kehangatan dan keramahan masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehangatan warga ia rasakan langsung saat menempuh rute jalan kaki puluhan kilometer melintasi perkampungan di Kabupaten Ngada.

Menurut Mari Elka, sapaan tulus warga di sepanjang lintasan membuat rombongan peziarah merasa diterima sepenuhnya, layaknya berada di kampung halaman sendiri.

“Sepanjang hari kemarin dan hari ini, kami sangat tersentuh dengan semuanya. Sepanjang perjalanan kami banyak berbincang dengan masyarakat, tidak ada yang tidak menyapa, dan kami merasa disambut dengan sukacita. Hanya di sini, rasanya seperti diterima di rumah sendiri,” kata Mari Elka saat malam ramah tamah di Mataloko, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga:  Video Viral Wisatawan Batal ke Puncak Padar, BTNK Beri Penjelasan

Pernyataan tersebut disampaikan Mari Elka seusai merampungkan etape tengah Camino de Flores sejauh 25,5 kilometer bersama 70 peserta lainnya. Rute hari kedua ini dimulai dari Gereja Mater Boni Consili (MBC) Bajawa, melintasi Paroki Langa, Kampung Adat Bena, Paroki Rakateda I, hingga finis di Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.

Selain menyusuri tradisi megalitikum dan situs religi Katolik, agenda jalan kaki ini mengusung misi kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Mari Elka menyerahkan rosario sekaligus menyatakan komitmen bantuan pemulihan untuk Seminari Menengah Mataloko yang rusak diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Aksi kepedulian ini juga menjadi bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-70 Mari Elka yang menargetkan rute total sepanjang 70 kilometer.

Baca Juga:  2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!

Pimpinan Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko, Romo Stef Wolo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran serta solidaritas rombongan peziarah.

“Ini bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur, mempererat persahabatan, dan menghadirkan kepedulian nyata bagi sesama,” ujar Romo Stef.

Dukungan terhadap wisata ziarah ini turut disuarakan pemerintah pusat. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai pola perjalanan berbasis budaya dan religi di Flores sangat potensial dikembangkan sebagai daya tarik unggulan baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Perjalanan ini bukan hanya tentang berjalan kaki, tetapi juga tentang mengenal Flores lebih dekat, menyusuri tempat-tempat yang memiliki nilai spiritual dan budaya, serta berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang jalur perjalanan,” jelas Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini.

Baca Juga:  Atasi Ketergantungan Pangan dari Luar, BPOLBF Genjot Pengusaha Lokal Lewat Floratama Academy

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa model wisata jalan kaki lintas kabupaten ini efektif memeratakan distribusi kunjungan pelancong di NTT.

“Pola perjalanan seperti ini diharapkan juga dapat menambah lama tinggal wisatawan serta persebaran wisatawan sehingga tidak terkonsentrasi pada satu lokasi saja,” tutur Andhy.

Kegiatan malam ramah tamah yang ditutup di Kemah Tabor Mataloko tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada, Pemkab Nagekeo, dan otoritas Gereja Katolik setempat sebagai wujud sinergi penguatan pariwisata daerah.

Penulis : Fons Abun

Editor : N. Taris

Berita Terkait

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!
Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan
Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08

Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:41

Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:02

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!

Berita Terbaru