LABUAN BAJO — Warga Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat masih harus memutar otak setiap hari demi mendapatkan air bersih.
Janji pemerintah daerah untuk mengalirkan air ke kampung pesisir itu tak kunjung terealisasi.
Ketua RT 09 Warloka Pesisir, Ibrahim Saber mengatakan, lebih dari seribu jiwa di kampung tersebut saat ini hanya bisa mengandalkan sumber air seadanya.
Sebagian warga terpaksa menggali sumur, mengebor air secara swadaya, hingga merogoh kocek untuk membeli air demi kebutuhan sehari-hari.
Ada pula fasilitas air bersih hasil patungan atau bantuan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lembaga lainnya, salah satunya dari Bank Syariah Indonesia (BSI)
Namun, bantuan sumur bor dan tandon itu jauh dari kata cukup.
“Untuk jiwa seribu lebih yang ada di Warloka Pesisir ini, tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan air itu. Makanya warga gali sumur dan beli air,” kata Ibrahim kepada bajoupdate pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Ibrahim kemudian menunjukkan sebuah tandon air berukuran sedang bantuan BSI yang berada di sebelah timur Kampung Warloka.
Tandon penyalur air sumur bor itu merupakan tumpuan bagi belasan rumah warga. Saat didatangi, tandon tersebut dalam kondisi kosong melompong.
Ibrahim menuturkan, air biasanya dipompa menggunakan mesin listrik ke dalam tandon tersebut untuk digunakan secara bergantian.
“Tapi kalau airnya sudah habis di penampungan, ya habis sudah. Makanya kami dengan KK yang sekian banyak ini masih sangat susah mendapatkan air bersih,” tuturnya.
Ibrahim menyoroti ketimpangan fasilitas antara kampung mereka dengan desa induk Warloka yang saat ini sudah lebih dulu menikmati layanan air dari pemerintah.
“Air yang sudah ada di desa induk itu, mereka sudah pakai. Mereka sudah mempergunakan air PAM. Kenapa untuk masuk ke Warloka Pesisir, pemerintah hanya janji-janji saja?” keluh Ibrahim.
Warga kini menagih komitmen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling yang pernah berjanji menyambungkan pipa air dari wilayah Kenari di desa induk menuju Warloka Pesisir.

Janji manis itu pernah dilontarkan langsung oleh Direktur PDAM Wae Mbeliling kala itu, Aurelius Endo, pada 8 Februari 2025 silam.
Saat itu, Aurelius hadir dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 yang digelar oleh Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) di bawah kepemimpinan Marselinus Pahun.
Dalam acara talk show bertajuk “Sinergi Berdaya Menuju Kemandirian Desa” tersebut, Aurelius berjanji di hadapan warga untuk menghadirkan akses air bersih bagi warga pesisir, seperti Warloka.
Ia tak bersuara sendiri. Janji itu disaksikan langsung oleh pejabat teras Manggarai Barat yang turut hadir, seperti Sekretaris Daerah Fransiskus S. Sodo, Kepala Dinas Pariwisata yang saat itu dijabat Stefanus Jemsifori, perwakilan BPOLBF, hingga aparat desa setempat.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update





