Pelaku Wisata Tuding BTNK Lakukan Abuse of Power dan Manipulasi Konservasi

- Redaksi

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi memadati pintu masuk Kantor BTNK, Labuan Bajo, Senin (13/4). (Foto/Fons Abun).

Massa aksi memadati pintu masuk Kantor BTNK, Labuan Bajo, Senin (13/4). (Foto/Fons Abun).

LABUAN BAJO – Gelombang protes besar melanda Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) pada Senin siang, 13 April 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Pariwisata Manggarai Barat Bersatu (APMB) tiba di depan kantor tersebut sekira pukul 11.25 Wita.

Sebelum mengepung kantor BTNK, massa terlebih dahulu melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Manggarai Barat. Di sana, mereka mendesak para wakil rakyat mengambil sikap tegas. Sejumlah anggota DPRD pun terpantau telah menandatangani petisi tuntutan yang diajukan aliansi.

Rafael Taher salah satu orator massa menuding adanya praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan (abuse of power) terkait penetapan kuota kunjungan.

“Ini menuntut aliran dana korupsi yang ada di sini. Penetapan kuota tanpa surat keputusan, tetapi menggunakan pengumuman Kepala Balai. Itu adalah bentuk pelanggaran prosedur dan merupakan abuse of power,” teriak Rafael di hadapan massa yang riuh.

Massa mempertanyakan legalitas penggunaan surat pengumuman sebagai dasar hukum penetapan kuota seribu orang per hari. Mereka menilai kebijakan tersebut melanggar aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga:  Wings Air Hubungkan Makassar dan Labuan Bajo, Ini Jadwalnya
Massa aksi membawa sejumlah Poster bertuliskan penolakan terhadap kebijakan BTNK terkait pembatasan kuota 1000 ke TNK. (Foto/Fons Abun).

“Bagaimana mungkin secara hukum surat pengumuman bisa dijadikan substansi hukum di dalam penetapan kuota seribu? Bukankah itu korupsi Bapak-Ibu? Kami minta Tipikor Polri, Tipikor Jaksa, dan KPK segera panggil dan selidiki Kepala Balai,” tegasnya.

Tudingan juga mengarah pada aplikasi SIORA milik BTNK yang dinilai tidak transparan dan menyebabkan kebocoran pendapatan negara. Sistem yang sering galat memaksa petugas di lapangan melakukan pembiaran terhadap tamu tanpa tiket.

“Semrawut di sana, ada yang tanpa tiket naik ke Pulau Padar karena error system. Ketika pemerintah tidak secara profesional menyiapkan sistem, maka terjadi kebocoran uang negara,” tambahnya.

Kritik tajam juga datang dari Sergius Tri Deddy. Ia menyoroti dampak ekonomi dari pembatasan kuota terhadap investasi hotel dan restoran di Manggarai Barat yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Cecilia Shelvy Beberkan Alasan Penolakan Kuota Wisata TNK

“B..d…oh sekali! Kemarin Pak Hendrik adalah salah satu orang yang menyetujui dibangunnya resor di kawasan konservasi. Pak Hendrik bilang ini demi alasan konservasi, tetapi Bapak membolehkan dihilangkannya zonasi konservasi,” ujar Sergius dengan nada tinggi merujuk pada Kepala Balai TNK, Hendrikus Rani Siga.

Sergius menuding ada teori menciptakan kelangkaan pasar di balik kebijakan kuota tersebut untuk menaikkan tarif secara sepihak. Ia pun memperingatkan dampak sistemik terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jangan tipu-tipu kami, seolah-olah orang di Manggarai Barat ini b..doh semua. Menteri Pariwisata jangan mempekerjakan orang-orang b..doh! Keluarga kami bukan hidup dari pariwisata jika kau batasi,” kecam Sergius.

Senada dengan itu, Sekretaris PGWI Fiktorianus Afri menilai alasan konservasi yang didengungkan pemerintah adalah kedok belaka. Ia menunjuk minimnya fasilitas dasar seperti mooring buoy (pelampung tambat) sebagai bukti abainya pemerintah.

Baca Juga:  BPOLBF Fokus Kembangkan Wisata Budaya, Atasi Tren One Day Tour yang Meningkat
Massa aksi memadati pintu masuk Kantor BTNK, Labuan Bajo, Senin (13/4). (Foto/Fons Abun).

“Kebijakan ini ‘t..lol’ dan membunuh ekonomi masyarakat karena dibuat tanpa melihat kondisi nyata di lapangan. Pemerintah tidak mampu membeli muring meskipun mendapatkan pemasukan besar, akibatnya terumbu karang rusak karena jangkar kapal,” kata Afri.

Afri menegaskan bahwa pelaku wisata justru lebih memahami prinsip konservasi dibanding pejabat berwenang. Ia menuntut kebijakan pembatasan kuota tersebut segera dicabut.

Menanggapi tekanan massa, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menemui pengunjuk rasa. Ia menyatakan bahwa aspirasi ini telah menjadi perhatian serius hingga ke tingkat pusat.

“Sangat viral, beredar luas. Ini sudah menjadi perhatian publik, perhatian Jakarta, bahkan dunia internasional. Jadi besok mudah-mudahan dari pertemuan atau rapat dengar pendapat kita akan mengetahui hasilnya,” kata Hendrikus.

Ia berjanji akan mengundang perwakilan massa dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang juga akan dihadiri oleh kunjungan Kementrian terkait.

“Mungkin bisa dipertegas lagi terkait dengan aspirasi yang sudah disampaikan. Saya kira itu saja, sekian dan terima kasih,” tutupnya di tengah kawalan ketat aparat kepolisian.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km
Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!
Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08

Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:34

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:41

Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan

Berita Terbaru

FOTO saat pengkuran jalan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pengerjaan Jalan Sola–Watu Ata pada titik-titik kerusakan terparah pada 2026 ini.

Infrastruktur

Dinas PUPR Matim Prioritaskan Segmen Rusak Parah Sola-Watu Ata

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:34