Ino Peni: Dari Juru Parkir ke Pucuk PAN

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Manggarai Barat, Inocentius Peni

Anggota DPRD Manggarai Barat, Inocentius Peni

Labuan Bajo – Layar besar di Aula Hotel Perundi menyala pada Sabtu sore, 15 November 2025 lalu. Dari Jakarta, wajah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan muncul secara virtual.

Ketukan palu virtual itu bergema. Isinya tegas: Inocentius Peni resmi didapuk sebagai nakhoda baru DPD PAN Kabupaten Manggarai Barat periode 2025-2030.

Mandat ini sekaligus menyudahi lima tahun kepemimpinan Marselinus Jeramun. Ino Peni, begitu ia akrab disapa, kini memikul beban membawa simbol matahari terbit di ujung barat Flores.

Zulkifli Hasan menitipkan pesan pendek namun tajam. Ia meminta kader PAN punya mental pemenang dan kepercayaan diri tinggi.

Bagi Ino, pesan itu bukan sekadar jargon politik. Ia merasa pesan itu adalah rangkuman dari perjalanan hidupnya yang berliku.

Menerima tongkat estafet, Ino tak tampak jemawa. Suaranya tenang saat menyampaikan terima kasih kepada pucuk pimpinan dan pendahulunya.

Ia menyadari amanat ini besar. Namun, Ino optimistis kerja kolektif akan mampu mewujudkan target-target partai ke depan.

Baca Juga:  Kegagalan Sistemik atau Pembiaran: Mengapa Nasib Guru Swasta Terus Dianaktirikan?

Sikap hormat juga ia tunjukkan kepada Marselinus Jeramun. Di mata Ino, Marsel telah meletakkan fondasi yang membuat PAN diperhitungkan di Manggarai Barat.

Marsel pun menyambut suksesornya dengan hangat. “Semoga amanah,” katanya singkat memberikan selamat.

Namun, siapa sebenarnya Inocentius Peni?

Di balik seragam partai dan kursi DPRD, tersimpan kisah ketekunan yang ditempa dari kerasnya jalanan.

Jauh sebelum masuk radar Zulkifli Hasan, Ino adalah pemuda yang bertarung dengan nasib di Kota Kupang.

Usai menggondol gelar Diploma III Pertanian dari Universitas Nusa Cendana pada 1996, ia tak langsung masuk kantor berpendingin udara.

Nasib membawanya ke pelataran parkir Swalayan Duta Lia, salah satu pusat belanja tersibuk di Kupang kala itu.

“Saya mungkin orang pertama tamatan perguruan tinggi yang jadi juru parkir saat itu,” kenang Ino.

Saban hari, dari pukul empat sore hingga sembilan malam, ia berjibaku dengan asap kendaraan. Baginya, pelataran parkir adalah ruang belajar tentang hidup.

Baca Juga:  Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan

Hasil dari keringat menjaga parkir itu ia putar kembali. Ino membeli 102 ekor ayam pedaging untuk diternak di kawasan Oepura.

Naluri organisatornya mulai teruji di akhir 1996. Ia memilih pulang kampung, masuk ke lorong-lorong desa sebagai aktivis LSM Yayasan Bina Sejahtra.

Di sana, ia mendampingi petani di pelosok Lamba Leda. “Hidup saya di lapangan sampai awal tahun 2000,” tuturnya.

Tak hanya di LSM, ia juga membidani lahirnya lembaga koordinasi koperasi kredit di Manggarai Raya. Dedikasinya di dunia koperasi sempat menarik perhatian tokoh nasional.

Saking totalnya, ia sempat diminta fokus mengurus koperasi dengan jaminan gaji pribadi dari mendiang Thoby Mutis, Rektor Universitas Trisakti kala itu.

Lembaga itu tumbuh menjadi Puskopdit Manggarai. Ino menjadi manajernya, mengawal puluhan koperasi primer hingga ia memutuskan terjun ke politik praktis.

Baca Juga:  Di Balik Status Wisata Pemium, Warga Labuan Bajo Tercekik Harga LPJ Mahal

Jejak politiknya dimulai pada 2002 di Partai Demokrat, sebelum akhirnya berlabuh di PAN pada 2009.

Pada Pemilu 2019, Ino menantang adagium lama bahwa politik hanya milik mereka yang berkantong tebal.

“Banyak yang bilang maju kontestasi tak cukup modal niat dan bicara baik. Saya tantang itu,” tegasnya.

Ia membuktikan bahwa modal sosial dan kepercayaan konstituen jauh lebih sakti. Tanpa politik uang, ia justru meraih suara tertinggi di internal PAN saat itu.

Kepercayaan publik tak luntur. Pada Pileg 2024, perolehan suaranya justru melonjak, mengamankan kursi periode keduanya di DPRD Manggarai Barat.

Kini, tantangan Ino naik kelas. Ia tak lagi sekadar menjaga basis suara, tapi harus memutar mesin partai untuk memenangkan pertarungan yang lebih besar.

Mental pemenang yang diminta Zulhas sepertinya sudah lama bersemayam di tubuh Ino. Ditempa bukan di ruang rapat, melainkan di bawah terik parkiran dan jalanan terjal pedesaan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan
Menakar Makna Jabat Tangan Mario-Richard dan Yono, Pengguna FB: ‘Foto Termahal 2026’
Sosok Yono Jehanu: Pemimpin “Petarung” dari Batu Cermin, Bangun Kantor Pakai Uang Pribadi hingga Hidupkan Tarkam

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:31

Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan

Minggu, 5 April 2026 - 23:03

Menakar Makna Jabat Tangan Mario-Richard dan Yono, Pengguna FB: ‘Foto Termahal 2026’

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:53

Sosok Yono Jehanu: Pemimpin “Petarung” dari Batu Cermin, Bangun Kantor Pakai Uang Pribadi hingga Hidupkan Tarkam

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:13

Ino Peni: Dari Juru Parkir ke Pucuk PAN

Berita Terbaru

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

Hukum & Kriminal

Sidang Vonis Tragedi Kapal Putri Sakinah Digelar Pekan Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:18

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39