RUTENG – Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat.
Warga Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tewas gantung diri, Sabtu (21/02/2026) sore.
Korban diketahui berinisial DG (60), seorang petani. Peristiwa tragis ini pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban, EJ, sekitar pukul 16.00 Wita.
Kronologi Penemuan

Kejadian bermula saat saksi mendatangi rumah milik AH yang saat itu dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang merantau ke Kalimantan.
Saat masuk ke dalam rumah, saksi terkejut melihat ayahnya sudah dalam posisi tergantung pada balok bantal atap seng.
Saksi yang panik langsung berteriak histeris meminta pertolongan keluarga dan warga sekitar.
Warga yang datang sempat berupaya menolong dengan melepaskan ikatan tali, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi Lakukan Olah TKP
Aparat kepolisian dari Polres Manggarai tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 Wita setelah menerima laporan dari warga.
Olah TKP dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donatus Sare, bersama tim identifikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga gantung diri menggunakan tali n..on yang disambung dengan rantai pengikat.
Polisi mengukur jarak dari lantai rumah ke titik ikatan pada balok atap mencapai 325 sentimeter.
Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan bekas lilitan rantai pada leher korban, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak Polres Manggarai sempat menyarankan agar jenazah korban dibawa ke RSUD Ruteng untuk dilakukan visum maupun autopsi.
Namun, pihak keluarga secara tegas menolak saran tersebut dan memilih untuk segera memakamkan korban.
Keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kematian korban sebagai takdir dan berjanji tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari.
Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang dibuat oleh kakak kandung korban, Bernadus Rabung.
Dugaan Motif
Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi dari pihak keluarga, dugaan kuat motif aksi nekat ini adalah tekanan ekonomi.
Korban dikabarkan sedang terlilit persoalan tagihan utang pada salah satu koperasi harian.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku selama ini korban cenderung tertutup dan tidak pernah mengeluhkan masalahnya.
Polres Manggarai mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






