Diduga Terlilit Utang Koperasi, Petani di Manggarai Nekat Gantung Diri

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR: ILUSTRASI

GAMBAR: ILUSTRASI

RUTENG – Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat.

Warga Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tewas gantung diri, Sabtu (21/02/2026) sore.

Korban diketahui berinisial DG (60), seorang petani. Peristiwa tragis ini pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban, EJ, sekitar pukul 16.00 Wita.

Kronologi Penemuan

Kejadian bermula saat saksi mendatangi rumah milik AH yang saat itu dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang merantau ke Kalimantan.

Saat masuk ke dalam rumah, saksi terkejut melihat ayahnya sudah dalam posisi tergantung pada balok bantal atap seng.

Baca Juga:  Mencekam Massa Dua Kubu di Ruteng Nyaris Bentrok Fisik

Saksi yang panik langsung berteriak histeris meminta pertolongan keluarga dan warga sekitar.

Warga yang datang sempat berupaya menolong dengan melepaskan ikatan tali, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Lakukan Olah TKP

Aparat kepolisian dari Polres Manggarai tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 Wita setelah menerima laporan dari warga.

Olah TKP dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donatus Sare, bersama tim identifikasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga gantung diri menggunakan tali n..on yang disambung dengan rantai pengikat.

Baca Juga:  Duka Goreng Meni, Mahasiswa Unpacti Makassar Kirim ‘Sentuhan Kasih’ untuk Korban Longsor

Polisi mengukur jarak dari lantai rumah ke titik ikatan pada balok atap mencapai 325 sentimeter.

Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan bekas lilitan rantai pada leher korban, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak Polres Manggarai sempat menyarankan agar jenazah korban dibawa ke RSUD Ruteng untuk dilakukan visum maupun autopsi.

Namun, pihak keluarga secara tegas menolak saran tersebut dan memilih untuk segera memakamkan korban.

Keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kematian korban sebagai takdir dan berjanji tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari.

Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang dibuat oleh kakak kandung korban, Bernadus Rabung.

Baca Juga:  "Mama Molo Ja’o": Surat Pilu Siswa SD di Ngada Sebelum Gantung Diri Karena Tak Punya Buku Tulis

Dugaan Motif

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi dari pihak keluarga, dugaan kuat motif aksi nekat ini adalah tekanan ekonomi.

Korban dikabarkan sedang terlilit persoalan tagihan utang pada salah satu koperasi harian.

Meski demikian, pihak keluarga mengaku selama ini korban cenderung tertutup dan tidak pernah mengeluhkan masalahnya.

Polres Manggarai mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius
KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut
Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’
BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare
10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali
Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi
Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata
Film ‘Pesta Babi’ Tuai Perdebatan, Tokoh Adat Labuan Bajo Ingatkan Bahaya Provokasi di Media Sosial

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:08

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:36

KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50

Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:31

BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:52

10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali

Berita Terbaru