Bantu Petani Kisol, dr. Stevi Harman Salurkan Bibit Kakao Unggul

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal NTT, dr. Maria Stevi Harman

Anggota DPD RI asal NTT, dr. Maria Stevi Harman

Borong – Anggota DPD RI asal NTT, dr. Maria Stevi Harman, menyalurkan bantuan bibit kakao hasil okulasi kepada kelompok tani di Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, pada Jumat (23/1/2026).

Langkah nyata ini diambil untuk menjawab keluhan para petani kakao yang selama ini menghadapi masalah penurunan hasil panen akibat usia tanaman yang sudah tua dan serangan penyakit.

Penyaluran bibit ini merupakan tindak lanjut dari dialog dr. Stevi bersama petani pada Juli 2025 lalu, di mana terungkap bahwa mayoritas tanaman kakao di wilayah tersebut merupakan peninggalan tahun 1980-an yang produktivitasnya mulai menurun.

dr. Stevi mendorong penggunaan bibit hasil okulasi atau sambung pucuk karena dinilai memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap penyakit serta masa tunggu panen yang lebih singkat dibandingkan bibit konvensional.

Baca Juga:  Masjid di Labuan Bajo Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Edi Endi Puji Kepedulian Pusat

“Kalau mau kakaonya tahan dari serangan penyakit, cepat berbuah dan buahnya lebih banyak, yah, coba saja menggunakan bibit okulasi atau sambung pucuk, jangan lagi pake koker biji saja,” ungkap dr. Stevi.

Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Suka Tani yang ditunjuk sebagai kelompok percontohan, agar keberhasilannya dapat dilihat langsung oleh petani lain sebelum dikembangkan secara luas.

“Kalau nanti hasilnya lebih bagus, kita akan coba kembangkan lagi di tempat lain,” ungkap putri dari Anggota DPR RI, Dr. Benny K Harman tersebut.

Ketua Kelompok Tani Sahabat Tani Kisol, Marson, menyambut haru bantuan ini. Ia menyebut dukungan bibit unggul tersebut sudah sangat lama dinantikan oleh komunitas petani setempat.

Baca Juga:  Duka di Goreng Meni, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Longsor Manggarai Timur

“Atas nama kelompok Sahabat Tani, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dokter Stevi dan Bapak BKH. Sejujurnya, ini seperti emas mongko bagi kami,” ujar Marson.

Marson memaparkan bahwa tanaman kakao di Kisol rata-rata ditanam sejak tahun 1987, sehingga rehabilitasi lahan melalui penanaman bibit baru sangat mendesak dilakukan untuk meningkatkan kembali ekonomi warga.

“Sekarang sudah tidak produktif lagi, dan sedikit-sedikit kena penyakit. Daya tahannya sangat rendah. Kita membuat baru, rehabilitasi dengan penanaman bibit okulasi, untuk meningkatkan kembali hasil panen kakao kami,” katanya.

Kondisi ini turut dipertegas oleh Rahmat Faisal Gunawan, Koordinator Pusat Pendampingan UMKM Yayasan Astra Cabang Manggarai Timur, yang selama ini mendampingi para petani kakao di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Viral! Tak Kuat Lewati Jalan Rusak Parah, Pasien di Matim Meninggal Sebelum Tiba di RS

“Saat ini petani menghadapi tantangan serius, mulai dari tanaman tua, produksi yang belum stabil, regenerasi petani, sampai serangan hama dan penyakit,” ungkap Rahmat.

Rahmat mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap bantuan bibit kakao okulasi dari dr. Stevi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas kakao di Manggarai Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada dr. Stevi atas bantuan bibit kakao hasil okulasi yang diberikan kepada petani binaan. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kakao melalui pengembangan tanaman unggul yang lebih cepat berbuah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Alfredo R. Ten

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17