Watu Cie–Deno Kini Berubah dari Kali Mati jadi Hotmix Mulus, Akses Transportasi dan Ekonomi Warga Kian Lancar

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek hotmix Watu Cie-Deno yang dikerjakan tahun 2026 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan total anggaran 14.500.000.000.

Proyek hotmix Watu Cie-Deno yang dikerjakan tahun 2026 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan total anggaran 14.500.000.000.

BORONG — Kerinduan masyarakat khususnya para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur Watu Cie menuju Deno, Kecamatan Lamba Leda Selatan akhirnya terbayar tuntas. Ruas jalan yang dulunya rusak parah dan kerap dianalogikan warga seperti “kali mati”, kini telah bertransformasi total menjadi jalur yang mulus dengan hamparan aspal hotmix.

Berdasarkan pantauan di lokasi, khusus dari Deno-Tanggar, Desa Compang Laho, pemandangan kontras terlihat jelas jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu.

Jalur ekstrem yang dahulu dipenuhi batu-batu lepas, berlubang dalam, serta berlumpur saat musim hujan, kini sudah berubah menjadi hitam legam dan rata.

Kendaraan roda dua maupun roda empat kini dapat melintas dengan lancar tanpa harus bertaruh nyawa menghadapi medan yang berat.

Baca Juga:  Warga dan Tim SAR Sisir Danau Ranamese Cari Bocah Tenggelam

Akses transportasi di jalur ini kian lancar. Kendaraan pribadi maupun taksi dari wilayah Lamba Leda dan Lamba Leda Selatan sudah memilih jalur ini saat menuju kota Ruteng dan Borong.

Proyek hotmix Watu Cie-Deno yang dikerjakan tahun 2026 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan total anggaran 14.500.000.000.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adrianus Wuhelmus Djawa mengatakan, progres lapangan berjalan sesuai dengan tahapan perencanaannya.

“Pihak penyedia jasa/kontraktor dijadwalkan akan mulai melakukan proses penggelaran lapisan hotmix untuk segmen Lento, pada minggu kedua bulan Oktober ini,” jelas Adrianus, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, detail masa pelaksanaan kontrak secara keseluruhan, progres di lapangan oekerjaan ini sudah mencapai 91 persen.

Baca Juga:  Pengerjaan Jalan Lingkar Utara Flores Tahun Ini 10 Kilometer

Paket pekerjaan infrastruktur jalan ini dirancang dengan rincian waktu yakni masa pelaksanaan awal, 8 bulan (270 hari kalender) dan adendum, penambahan waktu kerja selama 30 hari kalender.

“Harapanya penyedia bisa lebih mempercepat progres di lapangan, dan jika ada keterlambatan di luar jadwal kontrak maka tentunya akan diberikan denda sesuai ketentuan yg berlaku,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Ferdinandus Mbembok, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi intensif bersama PPK serta tim teknis di lapangan.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa penambahan waktu kerja (adendum) selama 30 hari kalender dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga pengerjaan fisik tidak hanya tuntas tepat waktu pada masa akhir kontrak pekerjaan, tetapi juga memenuhi standar kualitas teknis yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Di Lereng Colol yang Berembun: Kepahitan Kopi dan Hukum Alam Semesta

Warga Lamba Leda Selatan, Frans Neo, mengapresiasi Pemda Manggarai Timur karena telah memperhatikan jalan Watu Cie-Deno yang selama ini seperti kali mati.

“Kerinduan masyarakat akhirnya terjawab. Akses ke kota, ke sekolah, puskesmas, dan pasar sekarang tak lagi susah. Semuanya aman dan lancar karena dari Deno-Tanggar jalan sudah hotmix mulus,” katanya.

Ia berharap tahun depan Pemkab Manggarai Timur melanjutkan hotmix di segmen Tanggar-Leong yang saat ini kondisi jalannya cukup parah.

Penulis : N. Taris

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Kawasan Kampung Ende Matim Bakal Disulap Jadi Modern pada 2026
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Pengerjaan Jalan Lingkar Utara Flores Tahun Ini 10 Kilometer

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:03

Watu Cie–Deno Kini Berubah dari Kali Mati jadi Hotmix Mulus, Akses Transportasi dan Ekonomi Warga Kian Lancar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:20

Kawasan Kampung Ende Matim Bakal Disulap Jadi Modern pada 2026

Selasa, 29 September 2026 - 19:44

Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:45

Pengerjaan Jalan Lingkar Utara Flores Tahun Ini 10 Kilometer

Berita Terbaru