Wakil Ketua BEM eLBajo Commodus Terpilih Jadi Ketua PMKRI Labuan Bajo

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nicolas Pinoteli (kiri) resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi periode 2026–2027. Ia ditetapkan sebagai Mandataris sekaligus Formatur Tunggal dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang digelar di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo pada 13–14 Oktober 2026.

Nicolas Pinoteli (kiri) resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi periode 2026–2027. Ia ditetapkan sebagai Mandataris sekaligus Formatur Tunggal dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang digelar di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo pada 13–14 Oktober 2026.

LABUAN BAJO — Nicolas Pinoteli resmi terpilih sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi periode 2026–2027. Ia ditetapkan sebagai Mandataris sekaligus Formatur Tunggal dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang digelar di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo pada 13–14 Oktober 2026.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik eLBajo Commodus itu berhasil meraup suara terbanyak, menyisihkan dua kandidat lainnya, yakni Etri Jeni dan Igen Raho. Nicolas akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari ketua presidium demisioner, Fransiska Heldiana Juita.

Usai penetapan tersebut, Nicolas memaparkan arah gerak organisasinya. Ia menegaskan, kepemimpinannya akan berfokus pada penguatan kaderisasi, konsolidasi internal, dan penguatan fungsi kontrol sosial PMKRI di tengah pusaran pembangunan daerah.

Baca Juga:  Niat Usir Gerah, Kernet Ekspedisi Justru Meregang Nyawa di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

Fokus utama yang disoroti Nicolas adalah wajah pariwisata Labuan Bajo yang kini berstatus sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional. Ia menilai, tolok ukur kemajuan pariwisata tidak boleh direduksi sekadar pada angka kunjungan wisatawan, gemerlap infrastruktur, dan laju investasi.

Menurut dia, pembangunan pariwisata wajib diuji dari seberapa besar masyarakat lokal mendapat porsi manfaat ekonomi, akses lapangan kerja, dan ruang untuk mempertahankan identitas budaya serta ekologi.

“Kaum intelektual muda perlu mengambil bagian melalui kajian, advokasi, dialog dengan pemerintah dan pelaku usaha, serta keterlibatan langsung dalam menjawab persoalan masyarakat,” kata Nicolas di Labuan Bajo, Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca Juga:  Sambil Usap Air Mata, Melki Laka Lena: Jangan Ada Lagi Rakyat NTT Mati Sia-sia

Sebagai organisasi yang menyandang nama pelindung Sanctus Fransiskus Asisi, Nicolas menyebut PMKRI Cabang Labuan Bajo memiliki landasan moral yang jelas. Spiritualitas Fransiskus Asisi—kesederhanaan, persaudaraan universal, pembelaan terhadap kaum papa, dan penghormatan ekologi—dinilai sangat relevan dengan kondisi Manggarai Barat hari ini.

“Pariwisata tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga perlu menempatkan kelestarian lingkungan, martabat manusia, dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan,” ujarnya menegaskan.

Pria kelahiran Labuan Bajo ini berharap spirit tersebut dapat memandu kader PMKRI untuk mewujudkan pariwisata yang manusiawi, ramah lingkungan, dan inklusif. Ia menargetkan PMKRI tidak hanya sibuk di ruang-ruang internal, melainkan turun langsung ke akar rumput mengawal kebijakan publik.

Baca Juga:  5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?

Nicolas sendiri memiliki rekam jejak pendidikan yang panjang. Lulusan SDI Wae Mata dan SMP Negeri Pacar ini pernah mengenyam pendidikan di Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Ia bahkan sempat menjalani masa novisiat di Biara Xaverian, Bintaro, Jakarta, sebelum akhirnya mengundurkan diri dan melanjutkan studi Akuntansi Terapan di Politeknik eLBajo Commodus.

Kombinasi pendidikan sekuler dan formasi religius ini menjadi modal dasarnya dalam memimpin PMKRI Labuan Bajo ke depan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan
Warga Labuan Bajo Antre BBM Pagi Ketemu Malam, Ini Respons Pertamina
Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung
Susun RPKB, Pemkab Mabar Pastikan Tak Ada Waktu Terbuang Saat Darurat Bencana
Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet
Polisi Sebut Penumpang Hilang KM Feronia Diduga Terjebak di Toilet
Satu Wisatawan Masih Hilang dalam Insiden Tenggelamnya Kapal Pinisi Feronia di Labuan Bajo
Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:03

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47

Wakil Ketua BEM eLBajo Commodus Terpilih Jadi Ketua PMKRI Labuan Bajo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:02

Warga Labuan Bajo Antre BBM Pagi Ketemu Malam, Ini Respons Pertamina

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:42

Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:31

Susun RPKB, Pemkab Mabar Pastikan Tak Ada Waktu Terbuang Saat Darurat Bencana

Berita Terbaru