Cakades Golo Mori Sukarman Tegaskan Keluarga Lebih Tinggi dari Politik

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

LABUAN BAJO — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, memasuki fase krusial. Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Kampanye ini menjadi ajang bagi Sukarman untuk memaparkan cetak biru pemerintahannya. Ia membawa gagasan transformasi Golo Mori menuju status Desa Mandiri.

Dalam orasinya, Sukarman berjanji akan menghidupkan kembali Karang Taruna yang selama ini mati suri. Wadah pemuda itu akan dijadikan motor penggerak ekonomi desa di sektor pariwisata, UMKM, olahraga, hingga seni budaya.

Golo Mori saat ini telah berstatus sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Bagi Sukarman, penetapan dari pemerintah pusat tersebut adalah peluang ekonomi yang tidak boleh sekadar menjadikan warga lokal sebagai penonton.

Baca Juga:  Terancam Sembilan Tahun Penjara, Kakek Pencabul Dua Bocah di Manggarai Barat Tidak Ditahan

“Ruang untuk generasi muda harus dibuka selebar-lebarnya. Karang Taruna adalah wadah yang harus difasilitasi oleh pemerintah desa untuk mengelola potensi wisata,” ujar pria bergelar Magister Administrasi Publik tersebut.

Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).
Calon Kepala Desa nomor urut 1, Sukarman, M.A.P menggelar kampanye akbar di Kampung Jarak yang dihadiri lebih dari 400 simpatisan pada Rabu (23/9/2026).

Meski menjanjikan pengembangan pariwisata modern, Sukarman menolak abai pada sektor fundamental.

Ia menegaskan bahwa mayoritas urat nadi masyarakat Golo Mori tetaplah berada di sektor pertanian dan perikanan kelautan.

“Kita lahir, hidup, dan mati sebagai petani. Ini adalah denyut nadi kehidupan yang tidak boleh diabaikan, meski pariwisata kita sedang maju,” tegasnya di hadapan ratusan pendukung.

Baca Juga:  Digugat Pemkab, Enam Sertifikat Hak Milik di Labuan Bajo Dibatalkan PTUN Kupang

Sukarman juga memaparkan visi hukum dan sosialnya. Ia mendorong penyelesaian konflik warga melalui pendekatan budaya dan hukum adat Lonto Leok.

Alih-alih langsung membawa perkara ke ranah hukum positif, ia ingin agar musyawarah mufakat bersama tetua adat (Tu’a Golo) dikedepankan.

Ia meyakini hampir separuh permasalahan sosial di desa bisa diredam lewat asas kekeluargaan.

Menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 29 September mendatang, Sukarman mengingatkan warga tentang bahaya polarisasi. Ia menganalogikan Golo Mori sebagai “rumah besar” yang tak boleh runtuh hanya karena perbedaan pilihan politik.

Dukungan terhadap Sukarman mengalir dari berbagai wilayah. Kampanye hari itu dihadiri perwakilan dari tujuh anak kampung, meliputi Lenteng Jarak, Lo’ok, Soknar, Nggoer, Ra’ong, Tao, dan Compang.

Baca Juga:  Konektivitas Menguat, BPS Sebut Labuan Bajo Jadi Simpul Utama Pariwisata Flores

Ekin, orator politik asal Kampung Tao, menyoroti rekam jejak pengalaman Sukarman. Ia menilai kapasitas akademik S2 pemerintahan yang dimiliki sang calon amat relevan untuk memimpin desa.

Lebih jauh, Ekin memaparkan bahwa Sukarman bukanlah orang baru di balik meja pemerintahan Golo Mori. Sukarman pernah menjadi Ketua Tim Perumus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan RKPDes tahun 2025 di era kepemimpinan Kades sebelumnya.

“Sebelum menjadi calon, beliau sudah belajar ilmu pemerintahan secara formal dan mempraktikkannya dengan menyusun dokumen RPJMDes. Gelarnya sangat tepat untuk memimpin roda desa,” kata Ekin.

Sementara itu, Hilarius S Yance D, orator perwakilan warga Nggoer, menggarisbawahi pentingnya harmoni antara alam dan kemajuan pariwisata.

Ia mengingatkan asas kelestarian lingkungan agar alam Golo Mori tetap bisa diwariskan ke generasi mendatang.

Mengutip filosofi Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Hilarius juga menekankan bahwa integritas adalah harga mati bagi seorang pemimpin.

“Politik harus membuat orang bahagia. Dukungan ini harus membuat kita bergandengan tangan, berkolaborasi membangun Golo Mori seperti yang kita inginkan,” kata Hilarius.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Siprianus Towan di Pilkades Bangka Lao: Saya Maju Mengabdi, Bukan Cari Jabatan
Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa
Jejak Kemanusiaan di Pelosok Manggarai Barat: Saat Polisi Merawat Luka Penyintas Gempa
Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan
Menakar Makna Jabat Tangan Mario-Richard dan Yono, Pengguna FB: ‘Foto Termahal 2026’
Sosok Yono Jehanu: Pemimpin “Petarung” dari Batu Cermin, Bangun Kantor Pakai Uang Pribadi hingga Hidupkan Tarkam
Ino Peni: Dari Juru Parkir ke Pucuk PAN

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30

Cakades Golo Mori Sukarman Tegaskan Keluarga Lebih Tinggi dari Politik

Rabu, 23 September 2026 - 16:00

Siprianus Towan di Pilkades Bangka Lao: Saya Maju Mengabdi, Bukan Cari Jabatan

Selasa, 1 September 2026 - 12:22

Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:59

Jejak Kemanusiaan di Pelosok Manggarai Barat: Saat Polisi Merawat Luka Penyintas Gempa

Kamis, 23 April 2026 - 13:31

Verry Klau Kaget Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” Viral: Musiknya dari Kecerdasan Buatan

Berita Terbaru