Investasi Manggarai Barat 2025 Tembus Rp1,8 Triliun, Sektor Hotel Tetap Merajai

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor pariwisata masih menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (FOTO: Hotel Meruorah Komodo)

Sektor pariwisata masih menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (FOTO: Hotel Meruorah Komodo)

LABUAN BAJO – Sektor pariwisata masih menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menunjukkan realisasi investasi tahun 2025 telah menembus angka Rp1,88 triliun.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Manggarai Barat, Maria Imaculata Babur, mengungkapkan bahwa angka ini merupakan akumulasi dari laporan para pelaku usaha.

“Data ini bersumber dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang wajib disampaikan pelaku usaha secara berkala,” ujar Kadis yang akrab disapa Rice, Rabu 28 Januari 2026.

Dari total realisasi sebesar Rp1.883.113.093.532 tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi paling dominan.

Baca Juga:  Mabar Bakal Hening pada 3 April, Wabup Weng: Ini Wujud Nyata Toleransi Kita

Investasi domestik atau PMDN tercatat mencapai Rp1,75 triliun atau sekitar 93,3 persen dari total nilai investasi yang masuk.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp126,2 miliar atau menyumbang 6,7 persen dari total realisasi.

Sektor hotel dan restoran masih menempati urutan teratas dalam capaian investasi dengan nilai fantastis sebesar Rp1,62 triliun.

Di posisi kedua, sektor jasa lainnya mencatatkan angka Rp93,1 miliar, disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp72,6 miliar.

Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi berada di posisi keempat dengan nilai Rp49,5 miliar.

Baca Juga:  Tak Sengaja Melintas, KDM Beri ‘Hadiah’ untuk Penjual Bensin Botolan di Labuan Bajo

Adapun sektor perdagangan dan reparasi melengkapi lima besar dengan capaian investasi sebesar Rp13,6 miliar.

Rice menjelaskan, dalam LKPM pelaku usaha melaporkan detail pengeluaran investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia mencontohkan, satu perusahaan bisa melaporkan lebih dari satu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) jika memiliki unit usaha yang beragam.

Sebagai contoh, sebuah hotel besar bisa memiliki unit usaha restoran yang juga dikomersialkan untuk umum, sehingga laporan investasinya mencakup berbagai sektor tersebut.

“Misalnya hotel besar yang juga mengoperasikan restoran untuk umum, laporannya mencakup berbagai sub-sektor tersebut,” jelas Rice.

Baca Juga:  Gurita Bisnis Hotel di Labuan Bajo: Investasi Satu Hotel Tembus Rp 1,2 Triliun

Seiring dengan tingginya nilai investasi, penyerapan tenaga kerja di Manggarai Barat juga terus bergerak positif.

Hingga periode ini, tercatat sebanyak 1.340 tenaga kerja terserap, yang terdiri dari 1.286 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 54 Tenaga Kerja Asing (TKA).

Terkait serapan tenaga kerja ini, pihak DPMPTSP menegaskan bahwa angka yang dilaporkan adalah tenaga kerja tetap yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut, bukan tenaga kerja temporer.

Namun, untuk perbandingan detail mengenai angka pengangguran di wilayah tersebut, ia menyarankan agar merujuk pada data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Wajah Baru Pariwisata Mabar: 347 Unit Akomodasi Beroperasi, Hotel Masih ‘Raja’
Gurita Bisnis Hotel di Labuan Bajo: Investasi Satu Hotel Tembus Rp 1,2 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:12

Wajah Baru Pariwisata Mabar: 347 Unit Akomodasi Beroperasi, Hotel Masih ‘Raja’

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:34

Gurita Bisnis Hotel di Labuan Bajo: Investasi Satu Hotel Tembus Rp 1,2 Triliun

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:36

Investasi Manggarai Barat 2025 Tembus Rp1,8 Triliun, Sektor Hotel Tetap Merajai

Berita Terbaru